Jumat, 20 November 2015

Penderitaan hidup bukan hukuman

Penderitaan hidup bukan hukuman

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ... ~   Q ur'an: Alam Nasyrah: 5 - 6 ~   

Agar tetap bahagia dalam cobaan

Katakan hidup Anda berat, cobaan datang tanpa henti, ada satu pikiran yang harus kita hilangkan agar kita tetap tegar dan bahagia menghadapi kehidupan tersebut dan tidak salah arah dalam menyikapi sebuah penderitaan.

Apakah pikiran yang harus kita hindarkan tersebut?

Ada satu paradigma yang sering membuat kita semakin menderita bila sedang dicoba dengan masalah, yaitu paradigma atau pandangan yang menganggap bahwa sebab kita mendapat masalah adalah karena kita sedang DIHUKUM akibat dosa-dosa kita.

Jadi semakin berat masalah, semakin terpuruk kita dalam kesedihan dan penyesalan tiada habis akan kemungkinan "dosa" yang telah kita lakukan di waktu lampau kita. Semakin berat masalah, semakin panik kita akan kemungkinan dosa besar tak terampuni yang mungkin menjadi penyebab dari masalah tersebut.

TUHAN tidak sedang menghukum kita dengan semua masalah yang terjadi pada kita.
Bahwa semua penderitaan Anda bukanlah sebuah hukuman. Sekali lagi, penderitaan hidup bukan hukuman.
Sebaliknya, dengan masalah hidup yang sedang diberikan-Nya pada kita, Tuhan sedang menyiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar. Masalah yang kita hadapi adalah sebuah pelajaran agar kita bisa naik kelas.

Kita sering dicekoki petuah bahwa doa kita tidak akan terkabul bila kita banyak dosa.
Pandangan ini pandangan ini SANGAT SEMPIT dan dengan gegabah telah berani-beraninya menafsirkan maksud baik Tuhan.

Arti kata Rabb atau Tuhan dalam kata Allah sebagai Rabbul'alamin yaitu Tuhan Semesta Alam, andaikata kita tahu, sebenarnya mengandung makna YANG MAHA KUASA MENDIDIK, MENUMBUHKAN & MENJAGA. 
Artinya, dengan segala yang DIA takdirkan untuk terjadi pada kita, DIA pada esensinya sedang MENDIDIK kita agar kita bisa TERUS BERTUMBUH.

Karena memang itulah tujuan Tuhan menaruh kita di dunia ini, agar kita LEARN and GROW from the lessons that HE gives us.
Agar kita manusia ini belajar dari semua pengalaman hidupnya dan karenanya bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang lebih baik.
Dan sesungguhnya, apapun yang terjadi pada kita, kita selalu ada dalam penjagaan Tuhan. 

Pelajaran Hidup

Di setiap saatnya kita sebenarnya selalu ditolong Allah. Cuma dia memakai cara-Nya sendiri yang sering tidak kita pahami.

Itulah cara TUHAN mendidik mahluk-NYA termasuk kita dalam kehidupan sehari-hari, untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri, termasuk misalnya tentang pahitnya hidup, sehingga bisa tumbuh menjadi pribadi yang memilih untuk menciptakan ketaatan.

Selama pelajaran tersebut belum ditangkap olehmahluknya-Nya, Dia akan terus mengirimkan pelajaran yang sama.

Karena itulah sering kita lihat ada orang yang mengalami hal/masalah yang sama berulang kali. Karena pelajaran yang ingin disampaikan Tuhan melalui terjadinya masalah tersebut yang pertama kali dulu belum berhasil dia tangkap.

Tuhan akan dengan sabar terus mengirimi kita "pelajaran" untuk mendidik kita sampai kita mengerti betul apa isyarat-Nya.

Kalau Anda mengalami masalah dengan hutang, mungkin ada sesuatu yang ingin Tuhan sampaikan dalam hal ini.

Kita seringkali melihat segala sesuatu dari paradigma lama yang hanya hitam dan putih, sehingga kesannya yang salahlah yang dihukum.

Growing Pains

Dan pertumbuhan itu memang seringkali menyakitkan.
Kita mungkin masih ingat ketika gigi geraham bungsu kita tumbuh? (kita pasti sudah besar saat itu kan?). Bagaimana rasanya, sangat sakit dan tidak nyaman, kan, badan sampai meriang alias panas dingin, padahal kita tidak sedang sakit. Hanya sedang tumbuh gigi.

Karena, untuk gigi tersebut bisa nongol ke permukaan, dia harus menembus gusi Anda terlebih dahulu. Proses tumbuh ini yang menyakitkan.

Kalau memakai analogi dari dunia flora, biji yang kita tanam saja juga harus mengalami ditimbun tanah. Terpapar terik matahari. Disiram air hujan. Terkena pahitnya pupuk. Dan akhirnya harus pecah kalau dia mau tumbuh dan berkembang jadi sebuah tanaman.

bouncing ball

Sementara, sebuah bola basket harus membentur tanah dulu dengan keras untuk bisa naik melambung tinggi ke atas.

Besi harus dibakar api ribuan derajat panasnya, dipukul dan ditempa dengan keras dengan palu besi besar, dipanasi lagi, lalu panas-panas langsung dicelupkan dinginnya air, ditempa lagi, dan seterusnya, sebelum bisa berubah menjadi sebilah pisau yang berguna untuk manusia.

Itu semua sama seperti kita.

Kita harus belajar dari perih dan pahitnya kehidupan untuk menjadi sosok yang lebih baik.

Percayalah Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang besar untuk kita.
Kita tidak sedang melakukan sesuatu yang salah.
Kita tidak sedang dihukum.

Sebaliknya, karena kita telah meminta bahwa kondisi kehidupan kita berubah (ke arah yang lebih baik), bersyukurlah ini terjadi.
Proses pembuka perubahan yang terasa menyakitkan ini adalah awal dari hidup baru yang telah kita minta tadi.

Biji perubahan yang kita tanam tadi sedang disiapkan untuk tumbuh.
Besinya sedang diolah menjadi pisau.

Teruslah meminta dan percaya, percaya pada kehendak Tuhan, pada pemberian-Nya.
Ingatlah selalu dan yakini semua janji-Nya termasuk untuk selalu menjaga dan menolong Anda bila mengalami masalah apapun:

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat." 
~   Q ur'an: Al Baqarah: 214 

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada." 
~   Q ur'an: Al Hadid: 4

Juga coba baca lagi janji Tuhan yang kita jadikan inspirasi sukses . 
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.... sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ...~   Q ur'an: Alam Nasyrah: 5 - 6 ~  

Sebuah janji dengan penuh penekanan (memakai kata "Sesungguhnya") diulang lagi sama persis dalam dua ayat berbeda yang berurutan.

Tuhan tahu benar bahwa naluri manusia adalah memang sering ragu, cemas, was-was dan tidak yakin/percaya. Jadi sering sekali dalam kitab-Nya, perintah-perintah tertentu diulang-ulang dan ditekankan. Seperti yang satu ini.

Apakah kita masih cemas juga?
Jangan merasa cemas

Apa yang terjadi pada kita semua ini sudah direncanakan-Nya, agar kita terus tumbuh dan berkembang. Agar kehidupan kita lebih baik lagi dari sekarang.

Relax and have some fun. kita sedang dalam penjagaan-Nya.
Baca ulang buku doa kita, lalu centang hal-hal yang sudah dikabulkan-Nya. Syukuri itu.
Lalu tulis permintaan lebih banyak lagi dan lagi.
Sinergikan dengan memberi dan terus percaya. 

Hadapi esok hari dengan motto ini :

Semua (akan) baik-baik saja.
Aku selalu dibimbing dan dilindungi Allah SWT.
Allah menyayangiku dan aku selalu baik-baik saja.

Lalu tenang and "trust". Okay? You'll be okay. Insya'allah.

In a nutshell:
habis gelap terbitlah terang
Bagian malam yang paling gelap terjadi tepat sebelum saat datangnya fajar menyingsing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...