Sabtu, 21 November 2015

JANGAN JADI MUSLIMAH MURAHAN

JANGAN JADI MUSLIMAH MURAHAN

"Sebagai mana cinta, pembahasan wanita tidak pernah lekang terbawa zaman"

Allah SWT menciptakan wanita dengan kelebihan yang luar biasa hingga tak pernah kering tinta untuk menuliskannya. Wanita memilik keindahan penciptaan yang menyenangkan saat dipandang. wanita memiliki kelembutan yang mendamaikan. Dan wanita memiliki kekuatan di balik kelemahan yang sering kali lebih di dengungkan. Rasulullah SAW bersabda, 

"Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu mana saja yang dikehendaki" (HR. Bukhari)

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda,

"Doa perempuan lebih makbul dari pada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat dari pada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, ibu lebih penyayang dari pada bapak, dan do'a orang yang penyayang tidak akan sia-sia,"

Allah SWT telah menciptakan wanita dengan kelengkapan diri dengan sempurna. Wanita tercipta sebagai makhluk yang "mahal". karenannya, jangan menjual anugerah Allah SWT itu dengan harga yang "murah"

Alkisah, pada zaman Rasulullah, hiduplah seorang janda bernama Rumaisha binti Milhan. Ia terkenal sebagai janda yang shalihah. ia adalah seorang wanita yang terkenal cerdas, baik hati, bijaksana, dan juga berparas cantik. Suaminya adalah Malik bin Nadhir. Dari pernikahan itu, lahirlah Annas bin Malik.

Ketika Rasulullah mengenalkan Islam, Rumaisha termasuk wanita yang pertama-tama masuk Islam. Ia mengucap syahadat saat suaminya berpergian. Saat suaminya pulang, Rumaisha mendapatkan murka. Malik bin Nadhir lantas meninggalkan istrinya dalam keadaan marah dan tak lama kemudian ia meninggal.

Sepeninggal suaminya, Rumaisha mendidik anaknya untuk mendalami Islam. Bahkan ia menitipkan Annas kepada Rasulullah SAW agar diterima sebagai murid sekaligus pelayan beliau.

Berita tentang kecerdasan Annas bin Malik dan ibunya yang hebat tersebar kemana-mana. Seseorang bangsawan kaya raya bernama Abu Talhah turut tertarik padanya. Ia juga terkenal sebagai penunggang kuda dan pemanah yang handal. Abu Talhah datang melamar Rumaisha dengan membawa mahar yang banyak.

"Wahai Rumaisha, maukah engkau menikah denganku?" tanya Abu Talhah.

"Abu Talhah, Siapakah wanita yang akan menolak lelaki sepertimu. Tapi aku tidak dapat menerimamu karena engkau tidak beriman," jawab Rumaisha.

"Apakah kau menginginkan emas dan perak hingga menolakku?" tanya Abu Talhah.

"Demi Allah! Aku tidak membutuhkan emas dan perak. Jika engkau adalah seorang muslim, tentulah aku akan menerimamu. Hanya itulah mahar yang aku inginkan darimu. Aku tidak meminta lagi yang lain!" tegas Rumaisha.

Abu Talhah terdiam. Ia merasa bimbang selama ini, ia meyakini Tuhannya adalah berhala-berhala. Tak mudah baginya menerima ajaran Rasulullah SAW.

"Wahai Abu Talhah, Apa lagi yang kau ragukan? mengapa engkau menyembah berhala-berhala yang engkau buat sendiri? Tinggalkanlah mereka dan sembahlah Allah!" kata Rumaisha lagi.

Rasa cinta kepada Rumaisha menjadi lantaran tersingkapnya tabir kegelapan yang menutupi jiwa Abu Talhah. Ia datang menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan kalimat syahadat. Seperti janjinya, Rumaisha menerimanya sebagai suami setelahnya. Kaum muslimin yang mengetahui pernikahan itu berkata "Tidak ada wanita yang memiliki mahar lebih mahal dari Rumaisha, karena ia menjadikan Islam sebagai maharnya."

Subhanallah...

Sebuah suri tauladan bagi para muslimah untuk menghargai mahal dirinya. Diri yang Allah SWT muliakan dengan berbagai kelebihan selayaknya hanya untuk diberikan kepada seseorang yang benar-benar memiliki cinta sejati. Seperti cinta Abu Thalhah RA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...