PUJIAN DAN MAKIAN
"Yauma yafirrul mar'u min akhiih. Wa ummihi...wa Abiih.." QS. Abasa : 34 – 36
Ayat di atas menceritakan kpd kita akan adanya huru-hara di padang mahsyar nanti. Sehingga manusia akan lari dari saudaranya.., Ibunya.., Ayahnya, Isterinya serta anak-anaknya lagi. Di dunia ini, jika kita kaya, orang-orang akan memuji, konon kita adalah orang yang berjaya. Jika kita gunakan harta untuk mengejar akhirat (infak, sadaqah, umrah dan lain-lain), orang akan kata kita gila.
Sedangkan di padang mahsyar nanti, semua "penilaian orang" itu sama sekali tidak berarti. Jangankan mereka yang bukan keluarga atau sanak famili.
Sedangkan ibu, ayah, anak, isteri, saudara serta mereka yang di dunia ini sangat dekat dengan kita. Kelak di mahsyar nanti mereka akan berusaha lari menghindar satu sama lainnya.
Ingatlah
Pujian orang lain di dunia ini kelak tak bermanfaat bagi kita. Caci-maki mereka juga tidak bermakna apa apa. Lalu mengapa kita masih mengejar pujian orang lain dan takut dengan celaan mereka ?
Apa sebenarnya yang kita kejar dan apa pula sebenarnya yang mengejar kita ?
Mengapa kita masih mengejar pujian manusia yang sia-sia. Sedangkan Malaikat maut tidak pernah bosan menanti kita ?
Wahai saudara-saudari ...
Sadarkah kita ... bahwa nafas kita tersisa hanya beberapa hembusan lagi?
Sebelum lubang kubur kita digali ...
Apa yang kita persiapkan agar Allah ridha dan Rasul merasa bangga di akhirat nanti ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar