Sabtu, 21 November 2015

UNTUKMU JOMBLOAN & JOMBLOWATI

UNTUKMU JOMBLOAN & JOMBLOWATI

"Adalah satu kebiasaan yang terlarang dalam Islam namun telah mengakar dalam masyarakat. Akibatnya perkara itu menjadi perkara yang lumrah, wajar, dan tidak perlu dipermasalahkan. Kebiasaan tersebut adalah Pacaran."

Pacaran dapat diartikan sebagai jalinan hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dengan (anggapan) tujuan sebagian persiapan atau pendekatan sebelum memasuki area pernikahan. Kaum remaja zaman sekarang telah akrab dengan pacaran. Larangan orang tua pun relatif longgar karena bukan dosa tolak ukurnya. Asalkan tidak mengganggu prestasi sekolah, SIM (Surat Izin Maksiat keluar. Budaya pacaran telah merata dari pelajar usia SD hingga mahasiswa. Sampai-sampai tedengar aneh saat seseorang menikah tanpa diawali pacaran.

Sesuai dengan dalil yang ada dalam Islam, Pacaran jelas hukumnya Haram. Allah SWT berfirman dalam surat AL-Isra' : 32

"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan."

Maka tak ada secuil pun alasan untuk membenarkan pacaran, termasuk dalam rangka pendalaman sebelum pernikahan. Pacaran senantiasa mengarahkan pelakunya kepada dosa dan maksiat. Atas nama cinta, pagar dapat diruntuhkan. Tak asing lagi pemandangan di taman-taman kota, pojok-pojokan kampus, pinggiran jalan, di kafe-kafe, dan sebagainya. Muda mudi bebas bergaul, bercengkrama, berbaur suara tawa, bahkan tak jarang melakukan sentuhan fisik. Astaghfirullah...

Padahal dalam shalat berjamaah saja antara laki-laki dan perempuan diwajibkan dengan jarak, apalagi diluar urusan peribadatan. Pemahaman dan penghayatan terhadap ilmu agama yang memudar semakin memperparah keadaan. Ketakutan akan adanya kedatangan hari akhir dan pertanggungjawaban amal diabaikan. Akhirnya terjadilah pelanggaran-pelanggaran. Nafsu menguasaidiri dan terus menyeru kepada kemungkaran. Naudzubillah...

Kondisi pergaulan remaja saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Berbagai survey yang dilakukan Komnas perlindungan anak terhadap 4.500 remaja di 12 Kota besar selama tahun 2007 memberikan fakta bahwa 97% remaja pernah menonton film porno. 93,7% pernah ciuman, petting, dan oral seks, 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan serta 21,2% remaja SMU pernah melakukan aborsi. Sekjen Departemen kesehatan (Depkes) Sjafi'i Ahmad menyatakan informasi tentang pornografi akan mengubah pola prilaku seseorang sesuai dengan informasi yang diterimanya (khabarislam.wordpress.com)

Akan seperti apakah sebuah negri dengan moralitas generasi muda seperti ini?

Sudah saatnya para remaja khususnya kembali pada ajaran Islam. Hanya dengan kekuatan iman dan taqwalah generasi muda akan mampu menjaga diri dan tidak tergelincit menuju jalan yang salah dalam proses pencarian jati diri. Mungkin mustahil untuk menjadi "sesempurna" Rumaisha RA, Salman Al Farisi RA, ataupun Bilal bin Rabah RA. Namun cukup dengan menjadi "Jomblo Mulia", generasi muda akan terselamatkan dari kebejatan.

Janganlah terpengaruh kepada fenomena pacaran yang bertebaran. jangan pula merasa minder dengan sebutan "Jomblo" yang biasanya dengan embel-embel menderita, nestapa, atau hina. Sesungguhnya, mereka yang pacaranlah yang sedang menerjunkan diri dalam kehinaan. Sedangkan kalian yang bertahan dalam kejombloan, sesungguhnya tengah menggapai derajat yang mulia. Buktinya??

Islam memberikan petunjuk untuk menjadi Jomblo Mulia. Barang siapa yang berpegang teguh padanya, maka Allah SWT menghindarkannya dari dosa. Dan sudah pasti, Surga menanti di akhirat sana. Petunjuk tersebut adalah:

1. Setiap muslim harus menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara bebas.
Allah SWT berfirman dalam surah An-Nur Dari sepenggalan ayat 30-31 :
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah merekan menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pendangannya dan menjaga kemaluannya."

2. Setiap muslim harus menjaga auratnya dengan cara berbusana syar'i, terutama bagi muslimah.
Allah SWT berfirman dalam surah An-Nur ayat 31 :
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya."

3. Jauhkan diri dari segala hal yang mendekatkan diri kepada zina.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Barang siap beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalawat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan." 
(HR. Muslim)

4. Hindarilah sentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabat tangan.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani)

Untukmu wahai kaum muslimah, jadilah muslimah yang mahal. Jangan khawatirkan jodoh, sebab janji Allah SWT adalah pasti. Jika kalian bersabar, cinta sejati seperti cinta Abu Thalhah akan menghampiri.

Untukmu wahai pemuda-pemuda kebanggaan Islam, jadilah kalian pribadi-pribadi pemberani. Ketika kuncup cinta mekar dalam hati, "Padamkan atau Halalkan !!" tidak ada pilihan pacaran dalam islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...