Sabtu, 21 November 2015

3 PERTANYAAN DARI SEORANG PEMUDA UNTUK CALON ISTRI

3 PERTANYAAN DARI SEORANG PEMUDA UNTUK CALON ISTRI

Ada sebuah kisah dimana seorang pemuda shalih sedang mencari calon pendamping hidupnya. Semoga cerita ini menjadi sebuah renungan bagi kaum muslimah yang belum menikah dan agar dapat selalu memperbaiki diri.

Dikisahkan seorang pemuda shalih ini bermuka tampan, pendidikan yang bagus dan umurnya sudah cukup untuk menikah. Kedua orang tuanya telah menawarkan beberapa calon kepadanya, tapi semuanya ditolak olehnya. Setiap kali seorang wanita yang datang kerumahnya, namun jawabnya selalu sama, "Dia bukanlah orangnya"

Pemuda itu mengatakan bahwa kriteria yang dia inginkan adalah sosok seorang muslimah yang shalihah dan taat menjalankan agamanya. Kemudia orang tuanya menemukan sosok wanita yang dirasa memenuhi kriteria anaknya tersebut. Wanita yang dimaksud memang terlihat shalihah dan juga cantik rupawan.

Akhirnya wanita tersebut dipertemukan dengan anaknya. Kemudian mereka berbincang-bincang dan kemudian pemuda tersebut mempersilahkan sang gadis untuk bertanya apa saja pada dirinya. Kemudian, dengan semangatnya sang gadis banyak bertanya tentang pemuda tersebut. Tak satupun pertanyaan yang tidak dijawab oleh pemuda tersebut dengan ramah dan sopan, sehingga wanita itu merasa gembira. Namun, setelah cukup lama mengobrol si wanita mulai bosan dan berharap sang pemuda bergantian bertanya kepadanya.

Lalu, sang pemuda itu berkata, "Aku hanya akan menanyakan 3 hal padamu,"

Sang wanita cukup girang, "hanya 3 hal? Ooke, silahkan."

"Siapakah yang paling kamu cintai, yang kamu cintai melebihi siapapun yang ada di dunia ini?"

Wanita itu menjawan dengan mantap, "Ibuku", ini pertanyaan yang mudah, dalam pikiran si gadis.

"Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur'an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?"

Wanita itu tersipu malu, dia tidak yakin akan menjawab karena dia belum banyak belajar arti surat-surat dalam Al-Qur'an yang dibacanya karena sibuk. Dia berjanji akan mempelajarinya nantik.

"Aku telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik dan pintar dari pada dirimu, mengapa saya harus menikahimu?"

Mendengar pertanyaan ke 3 ini, sang wanita meradang dan mengadukan hal itu kepada orang tuanya perihal pertanyaan sang pemuda. ia mengatakan pada orang tuanya bawha dia tidak ingin menikahi pemuda itu karena dia telah menghina kecantikan dan kepintarannya.

Kemudian orang tua pemuda itu bertanya mengapa pemuda itu menyinggung perasaan si gadis dan membuatnya semakin marah? Pemuda itu telah mempersiapkan jawabannya sendiri.

Pertanyaan pertama, gadis itu menyatakan bahwa yang paling dicintai adalah ibunya. Orang tuanya bertanya, "Apa ada yang salah dengan hal itu?" Pemuda itu menjawab, "Tidaklah dikatakan seorang itu muslim,hingga dia mencintai Allah dan rasulNya SAW melebihi siapapun di dunia ini". Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi SAW melebihi siapapun, dia pasti akan mencintaiku dan menghormatiku, dan pastinya dia akan tetap setia kepadaku karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah SWT, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar dari pada nafsu untuk kecantikan.

Pertanyaan kedua, wanita itu bilang dia sibuk sehingga tidak sempat belajar Al-Qur'an. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku nantinya, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya,

Pertanyaan ketiga, wanita itu marah ketika aku bertanya apa yang membuatnya pantas untuk aku nikahi sedangkan telah banyak wanita yang datang lebih cantik lagi pintar daripada dia. lalu orang tuanya berkata bahwa itu sesuatu yang menyebalkan bagi seorang wanita. Pemuda itu menjawab, "Nabi SAW mengatakan jangan marah, jangan  marah, jangan marah, ketika ditanya bagai mana menjadi shalih, karena kemarahan datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalianpikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya?

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut adalah dalam sebuah pernikahan hendaknya orang lebih mementingkan ilmu, bukan kecantikan. Beramal, bukan hanya berceramah atau membaca. Mudah memaafkan dan tidak gampang marah. keshalihan dan ketaatan kepada Allah, bukan hanya nafsu.

Sedangkan memilih pasangan hendaknya adalah orang yang mencintai Allah SWT di atas segalanya yang ada di dunia ini, mencintai Rasulullah SAW di atas manusia yang lain, memiliki ilmu islam dan mau beramal dengan ilmu tersebut, dapat mengontrol kemarahan, dan mudah diajak musyawarah atau berkomunikasi

Rasulullah SAW bersabda yang artinya "Wanita itu dinikahi karena empat hal, (pertama) karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamaya. carilah yang agamanya baik, jika tidak kamu akan tersungkur fakir". (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466)

Semoga kisah diatas dapat memberi hikmah dan manfaat bagi kita semua. Amiiiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...