Senin, 30 November 2015

HATI YANG TERJAGA

HATI YANG TERJAGA

Hati adalah Fondasi untuk menjaga benteng keimanan kita agar senantiasa kokoh, berdiri tegak  menghadapai segala ujian, melawan segala macam godaan dunia dan Setan yang Dilaknat.  Oleh karena itulah mengapa Keadaan hati seorang mukmin sangat penting untuk diperhatikan, karena Kondisi hati yang berubah-ubah akan menjadikan keimanan menjadi turun naik, dalam hal ini rasulullah SAW bersabda,  

“Dinamakan hati karena ia (selalu) berbolak-balik. Perumpamaan hati itu bagaikan bulu yang ada di pucuk pohon yang diombang-ambingkan oleh angin.” (HR. Ahmad)

Keadaan Fisik atau jasmanai Kita penting untuk diperhatikan juga, namun tidak lantas kita melupakan kondisi hati, memperbaiki dan menjaganya juga, karena kondisi hati inilah yang jauh lebih penting. mengapa ? karena hati kita-lah yang senantiasa dilihat oleh Allah, 

“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Allah perhatikan adalah hati kamu.” (hadits)

Oleh karena itu, menjaga dan menata hati, hendaklah menjadi prioritas penting dalam hidup ini, karena jika  Hati itu ibarat  sebuah besi, dia akan berkarat apabila lama tak diasah atau atau dibiarkan saja. Hati ibarat tumbuhan yang senantiasa harus selalu dirawat dan disirami agar tetap tumbuh, dan jika dibiarkan ia akan layu dan mati. 

Sedangkan manusia yang diberikan Hati OlehNYA akan terus dikelilingi oleh musuh dalam melakukan perjalanan sementaranya didunia. Nafsu amarah yang selalu membawa kepada kehancuran, begitu juga dengan nafsu syahwat dan syetan selalu mengiringinya dan selalu siap sedia menggodanya disetiap kesempatan. Untuk Itulah manusia yang ingin tetap hati nya terjaga, senantiasa Berdzikir (mengingat Allah) untuk membentengi hatinya tersebut.

Mengapa berdzikir? Dzikrullah atau memperbanyak mengingat Allah, adalah ibadah agung yang bisa dilakukan dimanapun, dalam keadaan apapun. Karena, kadangkala kegelisahan masih juga dirasakan, walaupun kita setelah sholat, tadarus, atau sholat malam, walaupun juga setelah itu kita berdzikir.  

Sebetulnya dzikir, mengingat Allah itu tidak hanya terbatas dilakukan sehabis sholat sebagaimana yang biasa umumnya dilakukan. Kemudian selepas sholat kita lupa dengan Allah yang maha perkasa dalam membolak-balikkan hati. 

Lupa dengan perintahnya kemudian terjerumus kedalam lembah larangannya. ibadah wajib seperti sholat dan puasa, ada tempat dan waktu larangan-laranagn tertentu, sedangkan berdzikir tidak dibatasi oleh tempat dan waktu tertentu. 

Dzikir senantiasa mengingat Allah dalam situasi apapun. Susah dan senang selalu menyertakan Allah di dalamnya, dan tentunya berdzikir dengan menyertakan hati kita, bukan hanya di lisan.

Sesungguhnya kita termasuk yang beruntung ketika menjaga hati kita dari “kematian hati”, “Dan banyak-banyaklah mengingat Allah supaya kamu memperoleh keberuntungan.” (Al Anfaal:45). 

Dalam ayat yang lain Allah berfirman, “Dan laki-laki dan wanita yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab:35).

Dzikir adalah kehidupan bagi hati dan kelapangan dada. Dengan mengingatNYA, cukuplah Allah sebagai tempat kita mengadu dikala Sulit dan tempat berbagi saat kita Senang. Seberat apapun beban yang dipikul akan terasa ringan jika senantiasa mengingat Allah. 

Karena harus diyakini bahwa Allah SWT tidaklah memberikan cobaan yang berada diluar kemampuan hambanya. Dengan membiasakan hati berzikir kepada Allah akan membuat hati ini merasa aman dari segala bentuk kegelisahan dan kejahatan makhlukNya, dan tentu saja menjadikan hati kita sebagai raja yang mengendalikan akal pikiran kita, agar mampu berpikir dan bertindak dengan menyertakan hati. 

Dalam keadaan, duduk, berdiri atau berbaring sekalipun, Mengingat Allah tetap bisa dilakukan,  
“Bila seorang Mukmin “pergi” ke Pembaringan dengan MENGINGAT ALLAH, sungguh…Tempat Tidurnya menjadi “Masjid Allah“. (Hasan Bashri)

Jika kita terus mengingatNya maka hati kita akan diliputi oleh perasaan tenang karena segala yang terjadi merupakan Kehendak Allah SWT atas hambanya sedangkan kewajiban kita hanyalah menjalani segala kehendak yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. 

Ingatlah selalu akan firman Allah yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.(Ar Ra’du:28)

Mudah-mudahan dengan catatan ini, akan selalu mengingatkan saya untuk selalu menjaga hati, dikala keimanan turun naik, disaat berupaya untuk tetap mampu istiqomah, karena banyak sekali ditemukan catatan tentang hati, tapi sebanyak apapun teori yang diperoleh, tanpa ada langkah konkret dan perbuatan nyata memperbanyak mengingat Allah, maka Ilmu tersebut hanya akan kita pikul tanpa membawa manfaat bagi diri…
 
Diantara tanda-tanda orang yang hatinya telah mati adalah tidak adanya rasa sedih disaat mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
 
Tetaplah selalu mengingat Allah di waktu lapang ataupun sempit... agar Allah tidak meninggalkan kita....

ALQURAN MELUNAKKAN HATI YANG KERAS

ALQURAN MELUNAKKAN HATI YANG KERAS

Kisah berikut ini adalah kisah tentang seseorang yang memiliki hati yang keras, mudah membunuh, zalim, dan sifat-sifat kejam lainnya, kisah ini adalah kisah Hajjaj bin Yusuf.

Hajjaj adalah gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim dan sangat mudah menumpahkan darah rakyatnya. 

Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Alquran.” 

Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang ia hilangkan adalah seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H.

Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari perjalanan kehidupan Hajjaj bin Yusuf. Namun siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Alquran.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata, “Hajjaj pernah berkhutbah di hadapan kami, dia berkata, ‘Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan’. Kemudian dia membaca ayat, 
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). 

Kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya. Inilah bahasa Alquran, inilah kalamullah, yang mampu menghancurkan gunung yang kokoh, karena takut dan tunduk kepada Allah.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

Seandainya Alquran ini Kami turunkan kepada gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. (QS. Al-Hasyr: 21)

Tafsir ayat:

Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah kabar umum yang universal dan berlaku bagi seluruh makhluk, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dalam firman-Nya disebutkan,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فانٍ . وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar- Rahman: 26-27)

Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, yang akan abadi dan kekal, dan Dia adalah Maha Akhir sebagaimana Dia yang Maha Awal.

Ayat ini mengandung peringatan bagi seluruh manusia, karena manusia pasti akan mati. Apabila batas waktunya berakhir, maka manusia akan dikembalikan kepada Rabb mereka dengan amalan mereka masing-masing. 

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kiamat dan akan membalas seluruh amal perbuatan semua makhluk. Oleh karena itu, setelah berfirman bahwa semua manusia akan mati, Allah lanjutklan firman-Nya

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185)

Pelajaran dari kisah:

Orang yang dikenal sangat zalim pun masih menangis mendengar ayat-ayat tentang kematian, bagaimana dengan kita? Apakah hati kita merasa takut dan bergetar ketika mendengar ayat-ayat tentang kematian? Atukah hati kita lebih keras dari pada gunung?

Tidak boleh men-cap seseorang yang senantiasa berbuat keburukan sebagai penghuni neraka. Sebagaimana Hajjaj kita serahkan kepada Allah keadaannya di akhirat, dikatakan Hajjaj pernah berdoa di akhir hayatnya “Ya Allah ampunilah aku, walaupun manusia menyangka Engkau tidak mengampuniku.”

Allah menjadikan Alquran itu mudah untuk ditadabburi bagi orang-orang yang ingin merenungkan kandungan maknanya.

 Seseorang hendaknya mengamalkan apa yang ia ketahui dan ia dakwahkan. Sebagaimana Hajjaj yang mengetahui bahwa Allah akan menghisab amalan manusia, hendaknya ia berbuat kebaikan sebagai realisasi dari apa yang ia ketahui dan yakini.

Hajjaj memang pemimpin yang zalim dan mudah membunuh, tapi dari sisi keyakinannya terhadap Alquran ia lebih baik daripada orang-orang liberal yang tampil bersahaja namun mengingkari ayat Alquran yang bertentangan dengan akal mereka dan menafsirkannya sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Kamis, 26 November 2015

Sekedar Renungan

Sekedar Renungan

Yang indah hanya sementara,
Yang abadi adalah kenangan,
Yang ikhlas hanya dari hati,
Yang tulus hanya dari sanubari,

Tidak mudah mencari yang hilang,
Tidak mudah mengejar impian,
Namun yang lebih susah mempertahankan yang ada Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga Ingatlah pada pepatah,

"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas Rumah mewah bagai istana, harta ,benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi.Sehelai benang pun tak bisa dimiliki ,Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...
Tak ada yang tak bisa diikhlaskan....
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus..

Insya Allah..

Rabu, 25 November 2015

Renungan Tuk Muslimah

Renungan Tuk Muslimah
 
Ketika kau mau buka tirai di sanubarimu dan kau akan tahu,pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,rumah dan pelabuhan hatimu..adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa.

Sehingga...Saat seseorang itu pun hilang begitu saja... bayangannya Masih ada...setangkup harapan agar dia kembali...Walaupun ada kata2 dan sikapnya yang menyakitkan hati...Akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...

Masih ada beribu penantian walau tak pasti...Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yg dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain.Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.

Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia???

Masih ada sejuta asa,sejuta makna dan masih ada pijar bintang & mentari yang akan selalu bercahaya di lubuk jiwa dengan bermakna dan bermanfaat bagi sesama...

Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya...Disaat yang tepat...Dengan seseorang yang tepat...Dan pilihan yang tepat...Hanya dari Allah SWT di saat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatan pernikahan yang barokah..Aaamiin ya Rabbal'alamin..

Mengenal Seseorang

Mengenal Seseorang

Mengenali seseorang itu kadangkala membuat kita ketawa,mengenali seseorg juga kadangkala membuatkan kita mengalirkan air mata,sesungguhnya mengenali seseorang itu mampu memberi kita sejuta rasa,marah,sedih, merana,gembira,sayang & rindu, Namun,mengenali seseorang itu sebenarnya anugerah,Biarpun hadirnya hanya seketika & meninggalkan Luka,bersyukurlah dgn kehadirannya krna dengannya kita belajar arti... kasih sayang.

Mencintai Seseorang itu adalah hak kita, namun memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukan hak kita.
Jangan pernah takut melepaskan sesuatu yang belum berhak kita miliki,dia pasti akan kembali,jika Allah mnjadikan ia untuk kau miliki, atau Allah akan mngganti,dengan yang jauh lebih baik dari yang sekarang kita cintai.Jangan pernah takut kehilangan sesuatu yang BUKAN menjadi hak kita. 
Jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu

Cinta Dalam Agama

Cinta Dalam Agama

Siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci Dalam hidup ini....? Kepada siapakah harus menambatkan tali cinta ..?...

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Sahabat Fillah.. Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” 

Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. 

Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi

Sahabat Fillah..... perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan sahabat Ku…

Wallahu a’alam bisshowab...

Ukhtiku Sayang

Ukhtiku Sayang

Cantiknya Imanmu mengalahkan cantik fisik, bahkan Mengalahkan cantiknya Miss Universe...
Dia Memang cantik Dimata Dunia. Namun apa engkau mau Menjamin Cantik Pula Dimata Allah..?? Tentu Tidak...

Dia dibawah mu segala-galanya, jika engkau yang mempunyai Kecantikan Iman...
Perkara yang terindah dari seorang wanita bukan pada saat ia tersenyum bahagia,
tetapi di saat butiran air mata jatuh dalam doa..

Bukan karena kata-kata yang indah tetapi saat dia diam dalam dzikrullah..
Bukan kerana kecantikannya yang mempesona tetapi ruku dan sujudnya yang tiada henti..
Maka dialah permata yang dirindu & embun yang dinanti, bahkan bidadari syurga pun cemburu padanya...

Coba Liat lagi Isteri-isteri Rasulullah SAW dan para Shohabiyah. Apa Yang Menyebabkan mereka Mempunyai Kedudukan

 Yang Mulia ??? Bukan Karena penampilan dan Kecantikan. Tapi Karena Iman yang Tersimpan Didada2 mereka.

Tidakkah Kita Ingin Berhias seperti Mereka Berhias. Mereka Berhias Dengan Iman, ilmu dan Amal Sholeh, 

Berhias Dengan akhlak yang Mulia, Berhias Dengan rasa malu Sebagai Mahkota Kita.
Jagalah sebagaimana kita Menjaga sesuatu Yang Kita sayangi. 
Simpan supaya tidak Sembarang Orang Bisa Menikmatinya.

Simpan hanya untuk Suami Kita Kelak, Niscaya akan Menjadi kado Istimewa Untuknya.
Dan dalam hati ia bergumam " Aku Telah Menikahi Bidadari,.."

Sukailah Apa Yg Kamu Miliki Saat Ini

Sukailah Apa Yg Kamu Miliki Saat Ini

`•Yaa Rabbi•´¯ Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
 
 “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (an-Naazi’aat: 37-39)
 
 Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
 Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
 Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya
 Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia

 Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu
 Maka kamu akan merasakan erti dia untukmu
 Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
 Kamu baru menyedari semua erti dirinya untukmu

 Yang indah hanya sementara
 Yang abadi adalah kenangan
 Yang ikhlas hanya dari hati
 Yang tulus hanya dari sanubari

 Tidak mudah mencari yang hilang
 Tidak mudah mengejar impian
 Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
 Karena walaupun tergenggam boleh terlepas juga.
 
 Ingatlah pada pepatah,
 “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”
 
 Belajar menerima apa adanya dan berfikir positif….
 Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu hebat manapun,
 Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun…

 Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak boleh dibawa pergi
 Sehelai benang pun tak boleh dimiliki
 Apalagi yang mahu direbutkan
 Apalagi yang mahu dibanggakan

 Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
 Jangan terlalu mementingkan diri
 Jangan hanya mahu menang sendiri
 Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

 Belajarlah tiada hari tanpa kasih
 Selalu berlapang dada dan mengalah...Hidup ceria, bebas leluasa…

 Tak ada yang tak boleh di ikhlaskan….
 Tak ada sakit hati yang tak boleh dimaafkan .
 Tak ada dendam yang tak boleh terhapus…

Wanita

Wanita 

Muslimah sejati akan menghiasi keperibadiannya dengan budi pekerti yang luhur dan keimanan yang murni. Fitrah kasih sayang tersimpan dalam perasaannya yang halus sehingga membuahkan kelembutan dan kehalusan perasaan insaniah. 

Jika sentiasa dijaga dengan didikan syariah, mereka akan menghiasi taman syurgawi di akhirat nanti. Alangkah indahnya dunia ini jika dihiasi muslimah solehah yang berpegang teguh dengan ajaran Islam dan menghiasi bibirnya dengan perkataan yang mulia dan berzikir. Hatinya tunduk dan patuh dengan perintah Allah SWT dan menjalankan kewajipan insani sesuai dengan ketentuanNya.

Muslimah sejati bagaikan bunga yang mekar menguntum menceriakan suasana dan taman-taman. Personaliti wanita idaman bagaikan kiambang bertaut setelah biduk berlalu. Betapapun cabaran dan dugaan yang mesti ditempuh, namun kebulatan tekad menyatukan kembali hasrat kebenaran di dalam nurani. 

Ketaatannya menyejukkan kalbu, bagaikan titisan embun di pagi yang dingin sehingga menjadi suri teladan generasi yang akan datang. Perhatian Islam terhadap wanita tidak sekadar melepaskannya dari lembah bernoda menuju kedudukan yang mulia. Namun lebih daripada itu, wanita diberikan keistimewaan dalam merealisasikan fantasi dan impiannya. Anugerah keringanan dan keistimewaan itu memberikan keselesaan kepada wanita dalam menjalani tugas dan tanggungjawabnya.

WANITA YANG DIKASIHI
Wanita bagaikan permata yang lama terkubur di lembah kejahilan. Kehidupannya kembali mewangi ibarat sekuntum bunga yang mekar setelah disinari cahaya oleh insan yang berbudi luhur. Rasulullah SAW telah mengangkat darjat wanita ke tahap yang paling tinggi, sehingga pengorbanan wanita selalu dikenang oleh setiap insan, kelembutannya menyejukkan hati bila memandang. 

Tiada seorang wanita pun yang ingin diseksa dengan penuh kehinaan lantaran dosa yang dikerjakan. Namun ramai wanita yang suka mendedahkan aurat, melakukan dosa-dosa lain yang menyebabkan ia menjadi penghuni neraka. Hanya wanita yang memahami hakikat kewanitaannya akan menghargai dirinya sendiri dan membimbing dirinya ke jalan yang diredhai Allah.

WANITA SOLEHAH

Wanita solehah merupakan calon penghuni syurga, menjadi dambaan insan yang beriman bagaikan teratai mekar di tasik madu. Keindahan akhlaknya memancarkan keluhuran nurani, menyejukkan hati dan penyeri budi pekerti. Ucapannya menepis fitnah dan kemungkaran, membuahkan hikmah umpama senandung rindu syair keinsafan. 

Setiap nasihat dan wasiat yang disampaikan Rasulullah SAW menjadi pelita dalam kehidupan seorang wanita solehah. Buaian nafsu dan kenikmatan dunia bagaikan biasan cahaya yang tidak meninggalkan bekas dalam sanubarinya. Kezuhudannya tersimpan rapi dalam mahligai impian untuk dinikmati dalam taman-taman syurgawi.

Semoga menjadi pedoman wanita yang ingin menjadi remaja cemerlang, isteri solehah, dan ibu yang penyayang, InsyaAllah.

Jagalah Allah, Maka Allah Akan menjagamu…

Jagalah Allah, Maka Allah Akan menjagamu…

Jagalah perintah-perintah-Nya dan kerjakanlah, serta hindarilah larangan-larangan-Nya, maka Dia akan menjagamu dalam berbagai keadaanmu, di dunia dan akhiratmu.

Jagalah hak- hak Allah dalam sendiri dan hiruk pikuk kehidupanmu, dalam diam bahkan panikmu, dalam sadar bahkan tidurmu, dalam setiap tarikan nafasmu. Maka Allah, akan memberkahi kehidupanmu dengan limpahan kasih dan rahmatnya untukmu.

Ketika kau juga memastikan bahwa tiada aturan Allah yang serta merta kau langgar, bahkan saat tiada satupun manusia menyaksikan dirimu, maka disaat itulah terikat hubungan manis antara dirimu dengan Allah. Karena kejujuranmu itu melegakan. Karena sikap apa adanya dirimu itu mendamaikan, dan berarti pula kau telah jujur kepada dirimu serta kepadaNya.

Dan ketika didalam hati kau nyimpan rapat- rapat ketaatan mu kepada Allah serta keindahan imanmu yang hanya kau persembahkan kepadanya, maka segenap ragapun akan mengikuti dan tunduk patuh pada daulat hati, sang raja mereka.

Dan jika hati sudah kau putuskan untuk kau kendalikan atas nama Sang Maha Hidup, maka tiada lain hanya kebaikan yang akan kau lakukan dan kedamaian yang akan kau sebarkan kepada seluruh makhluk yang berada di sekelilingmu.

Namun sebaliknya, saat seribu satu kata kau ucapkan guna menutupi satu dosa yang telah kau lakukan, maka lihatlah kelanjutan hasil dari perilaku sembronomu. Tabungan dosa yang kau ciptakan semakin hari semakin menumpuk, dan ternyata satu kebohongan itu tak lagi simple untukmu. 

Dari sanalah tumpukan dosa itu berasal, dan bermuara pada musibah yang tinggal menunggu waktu untuk datang membunuhmu. Dan belum lagi lihatlah, masihkah sanggup kau mengangkat wajahmu dihadapan Allah?

Maka akhirnya, dunia serasa sempit bagimu dan memusuhimu, karena pasti tiada tempat yang cukup luas didunia ini untuk diri seorang pembohong.

Saat kau menjaga hak- hak Allah, maka lambat laun, dirimu akan merasa selalu melihat dan dilihat oleh Allah. Setelah itu tiada lain, bahwa tujuan, perhatian serta ketetapan hatimu hanya tertuju kepadanya. Bahkan seorang manusia saja akan sangat senang saat dia hidupnya berlimpah perhatian dan selalu dikenang atas atapun keadaannya.

Dan Dia adalah Allah Subhanahu wata`ala, Tuhan semesta alam yang Maha santun dan Maha menghargai setiap apa yang dilakukan oleh hambanya, sebagai upaya untuk mendekat kepadaNya. Dialah yang Maha mampu untuk memuliakan dan menghargaimu, serta memberi sebaik- baik balasan bagimu, dalam kehidupan dunia atau akheratmu kelak.

Dan pandangan Allah itu pula yang akan membaikkan hidupmu karena penuhnya rasa malu dalam hati saat akan melangkah menuju maksiat.

Jika kau memelihara hak- hak Allah maka Allahpun akan lebih memelihara kebahagiaan untuk selalu terkirim atas hidupmu. Akan DijagaNya kau saat kau sendiri, ataupun merasa sendiri, dan dimanapun kau berada. 

Allah akan menolongmu, mengawalmu, serta memperkuatkan hati, dan menunjukimu jalan yang lurus. Bukankah hal itu yang sangat kau butuhkan saat ini?. Dan setelah itu, rasakanlah betapa ketenangan yang akan memenuhi hatimu. 

Pilihan Dan Kesempatan

Pilihan Dan Kesempatan

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik,maka itu BUKAN PILIHAN,tapi itu adalah KESEMPATAN.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut dengan segala kekurangannya,maka itu BUKAN KESEMPATAN,tapi itu adalah PILIHAN.

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi,bahkan di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai,lebih kaya daripada pasangan kita,dan tetap memilih untuk mencintainya, maka itu BUKAN KESEMPATAN,tapi itu adalah PILIHAN.

Perasaan cinta,simpatik,dan tertarik datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup,tetapi cinta yang dewasa,mencintai dengan komitmen di hadapan Allah dan manusia adalah PILIHAN.

Mungkin KESEMPATAN mempertemukan kita dengan pasangan jiwa,tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai,tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang belum sempurna agar keberadaan kita mampu menyempurnakan ketidaksempurnaanya.

Mari kita BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang belum sempurna dengan cara yang sempurna,karena tulang rusuk kita adalah pasangan kita,belahan jiwa kita agar kita pun menjadi insan yg sempurna di hadapan Allah.

Takdir yang mempertemukan dgn pasangan kita dan rancangan yang indahpun telah disiapkan oleh-Nya.

Minggu, 22 November 2015

SEORANG HAMBA YANG SEDANG DI UJI

SEORANG HAMBA YANG SEDANG DI UJI

Setiap manusia yang Allah cipta sentiasa akan diberi musibah, ujian atau masalah hidup didunia yang sementara ini. Tipu jika seseorang itu berkata yang dia tidak pernah ditimpa musibah.

Setiap orang ada masalahnya tersendiri, Allah uji dengan berbagai-bagai ujian tetapi sebabnya adalah sama.

Allah menguji seseorang itu kerana Allah SWT mempunyai rahsianya tersendiri, sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita.

Dan kerana sesuatu ujian itulah yang membuka mata hati kita, yang mendidik kita supaya jangan mudah putus asa dalam kehidupan yang bagaikan bahtera dilautan yang penuh dengan onak duri, ujian juga dapat mematangkan kita.

Kadang-kadang kita tertanya-tanya, mempersoalkan kepada Allah SWT kenapa kita diberi ujian yang berat sebegitu sekali?

Sehingga kita terlupa pada siapa yang perlu kita mengadu segala masalah kita, pada siapa kita harus minta kembali kekuatan kita.

Allah timpakan ujian supaya kita bersabar

Astagfirullah, lemahnya dan rendahnya iman kita. Kita selalu tidak redha dalam menghadapi ujian yang Allah beri terhadap kita.

Jika kita anggap diri kita ditimpa musibah yang besar kita hendaklah ingat bukan kita sahaja yang mengalaminya, mungkin ada sahabat-sahabat kita atau saudara seakidah kita yang lain menghadapi musibah yang sama bahkan lebih teruk atau lebih besar dari kita.

Bukankah Allah telah berkata dengan jelas di dalam Al-Quran yang Allah tidak akan sekali-kali menguji hambaNya diluar kemampuan hambaNya.

Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita.

Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hambaNya.

Allah menguji seseorang bukan kerana Allah benci kepada kita tetapi percayalah yang Allah sangat kasih kepada kita.

Cuma kita sebagai hambaNya tidak pernah hendak bersabar dalam menghadapi ujianNya.

Pasti Allah telah aturkan yang terbaik buat kita kerana setiap yang berlaku ada hikmahnya.

Alihkan pandangan mata ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupan.

Jika rasa kecewa, alihkan pandangan ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih, alihkan pandangan ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu.

Jadi seharusnya apa yang perlu kita lakukan?

berdoalah kepada Allah, Allah lah tempat kembali segala masalah yang sering membelenggu diri kita. Jangan malu untuk merayu-rayu, meminta-minta, memohon-mohon kepada Allah swt.

Selalu diingatkan yang Allah tidak pernah jemu mendengar rintihan hambaNya, Allah itu Maha Mendengar.

Dekatkanlah diri kita dengan pencipta kita yang menguasai seluruh alam, yang memegang hati-hati kita.

Disamping berdoa perlulah kita berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Mungkin ada yang rasa diri mereka tidak kuat hendak hadapinya tetapi cubalah bangun!

Usah tewas dengan hasutan syaitan, cari kembali kekuatan kita kerana kekuatan itu ada dalam diri kita masing-masing.

Yakin dengan diri, kuatkan azam dan cita-cita.

Usah tonjolkan kelemahan kita pada syaitan kerana syaitan tidak pernah berhenti menghasut agar kita lemah-selemahnya.

Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi ujian yang seterusnya.

Untung bagi mereka yang selalu diberi ujian tanda Allah swt sayang padanya.

Semoga kita sentiasa menjadi hambaNya yang sentiasa redha atas ujian dan ketentuan Allah swt. Apa yang ditetapkan untuk kita itulah yang terbaik!

Penawar Sakit Hati Terbaik Yang Diajarkan Rasulullah

Penawar Sakit Hati Terbaik Yang Diajarkan Rasulullah

Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya.

Baik dalam keluarga, bersahabat, mahupun bermasyarakat.

Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa  ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia.

Apatah lagi,  manusia adalah mahluk yang bersosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam.

Dari masalah yang simple hingga masalah besar, dapat menjadi penyebabnya.

Misalnya bermula dari perbezaan pendapat, adanya konflik atau ketidakserasian, sehingga iri hati dan dengki.

Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama membengkak dalam hati, maka akan tidak sihatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan tidak akan ceria. Lebih parah lagi, perkara ini dapat menjauhkan manusia dari RabbNya.

Na’udzubillaahi mindzaalik.

Bagaimana menangani rasa sakit hati, agar tidak menjemput dosa kepada kita sendiri?

Antara petua – petua yang diajarkan oleh Rasulullah untuk dijadikan penawar sakit hati adalah :

1. Muhasabah Diri

Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. 

Mungkin kita sakit hati oleh kata-kata saudara kita, padahal dia tak bermaksud menyakiti. Cuba bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita  bersikap demikian.

Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan kepadanya.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri Hati Dan Dengki

Iri hati dan dengki adalah beberapa ruang  yang menjadi pintu bagi syaitan untuk memasuki hati manusia.

Angan – angan yang berlebihan, dapat membuat seseorang buta dan tuli.

Bila tidak dilandaskan iman, seorang yang berangan-angan cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dicitanya.

Demikian sifat iri hati dan dengki.

Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat material, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini.

Manusia juga tak akan pernah berasa bersyukur, kerana selalu merasa kurang.

Dia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan melebihi dirinya.

Maka hapuskanlah terlebih dahulu sikap cintai dunia, sehingga dengki  menghilang

Rasulullah bersabda,

“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Iaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati.

Bila marah telah timbul dalam hati manusia, kadangkala manusia bertindak tanpa pertimbangan akal. 

Jika akal sudah lemah, tinggallah hawa nafsu. Dan syaitan pun leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahawa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”

4. Memupuk Sifat Pemaaf.

“Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” Surah Al-A’raf : 199.

Allah sang Khaliq, Maha Pemaaf terhadap hambaNya.

Tak kira sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika dia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya.

Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepatutnya berlaku sombong, dengan tidak mahu memaafkan kesalahan orang lain, sebelum dia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih terasa lapang.

Rasulullah bersabda,

“Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, nescaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan bergaulah dengan manusia lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).

5. Husnuzon (Berprasangka Baik).

Allah berfirman:

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12).

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga dia memperkecilkan orang lain. 

Dia mengatakan macam-macam tentang orang lain, dan mengatakan dirinya lebih baik.

Tentu, perkara ini  yang tidak benar.

 Setiap muslim harus mengawasi diri terhadap titik-titik  yang cenderung untuk  memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

6. Ikhlaskan Diri.

Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. 

Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah.

 Dia tidak memiliki jiwa yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka dia bersyukur.

Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun, dia bersabar.

Dia selalu percaya bahawa Allah akan sentiasa memberikan yang terbaik kepada hambaNya.

Orang yang ikhlas akan lebih mudah menangani hatinyanya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah. Hanya kepadaNyalah dia mengantungkan harapan.

Memaafkan  adalah bentuk rasa cinta yang tertinggi dan yang terindah,

Sebagai balasannya kita akan menerima kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhingga.

Kadangkala, sulit membiarkan cinta membimbing kita pada saat hati kita disakiti oleh orang lain.

Tetapi, biarpun luka hati itu kecil atau besar kita tidak akan boleh benar-benar bahagia sebelum memberi maaf..

Dendam Membara Karena Dipermalukan,Dihina, Dicaci Dan Difitnah

Dendam Membara Karena Dipermalukan,Dihina, Dicaci Dan Difitnah

Rambut yang tercabut daripada akar menimbulkan rasa sakit. Tangan yang tergores ataupun kaki yang terhantuk pada batu juga menyebabakan rasa sakit.

Perut yang ditendang, muka yang ditampar, terkena tusukan ataupun pukulan jaga goresan pedang pasti memunculkan rasa sakit. Rasa sakit itu tidak diajar melalui proses pendidikan dan pembelajaran.

Rasa sakit itu bersifat semula jadi dan fitrah.

Begitu juga rasa sakit yang mendera hati, batin dan perasaan.

Apabila kita dihina, pasti rasa sakit muncul dalam hati kita. Apabila kita difitnah, pasti muncul rasa perih yang menusuk jiwa.

Membalas Dendam: Pengecut atau tidak?

Ada orang yang mengatakan, orang yang tidak berani membalas sakit hati adalah pengecut.

Mereka berkata, orang yang mengatakan “mari memaafkan” adalah orang yang hipokrit.

Sakit hati perlu dibalas. Mata diganti mata dan gigi diganti gigi. Sakit hati dibalas dengan sakit hati, sekitanya boleh, sehingga ke tahap yang sekejam – kejamnya.

Ini salah

Sebenarnya dia salah apabila mengatakan orang yang tidak membalas sakit hati adalah pengecut. Menahan sakit hati supaya tidak membalas rasa sakit hati dengan cara menyakiti kembali bukan tindakan pengecut.

Lebih dari itu, bersabar dan tidak menyakiti orang yang menyakiti  ia tidak disebut sebagai tindakan pengecut.

Pengecut adalah ketika disakiti, lalu kita berasa sakit, kecewa, sedih dan berputus asa kerana tidak dapat berbuat apa – apa bagi membalasnya ataupun tidak tidak kuat menahan rasa sakit dengan kesabaran.

Inilah yang disebut sebagai pengecut. Orang yang pengecut biasanya lari daripada tanggungjawab terhadap diri sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul sekarang adalah mengapa dendam muncul dalam diri kita?

Adakah dendam perlu dibalas?

Sekiranya dendam tidak terbalas, apa yang terjadi?

Dendam bermula daripada rasa sakit hati.

Dalam buku yang berjudul The Road to Allah :

“Dendam adalah rasa marah yang kita simpan jauh dalam hati, sehingga merosakkan hati kita sedikit demi sedikit.

Akibat menyimpan dendam, kita mengalami tekanan berpanjangan”

Ada orang menderita strok kerana disebabkan oleh mereka sakit hati, dan ada orang menderita sakit jantung juga kerana perkara yang sama.

Semua itu disebabkan hatinya dikuasai dendam, tetapi dia tidak dapat melampiaskan dendamnya itu.

Dendam dihati bukan hanya menyebabkan sakit hati, bahkan mungkin juga menjejaskan kesihatan tubuh badan.

Dalam dendam memang selalu ada kebencian, marah, kecewa, putus asa, dan hampa kerana dendam itu tidak terbalas.

Adakah waktu dapat menguraikan dendam?

Ya. Tetapi bergantung pada orang yang memiliki dendam itu sendiri.

Apabila hati tidak segera dibebaskan daripada rasa dendam, sakitnya tetap terasa walaupun waktu berubah.

Apabila orang berbuat jahat kepada kita, kita boleh mengambil jalan dengan urutan cara berikut:

Kita tidak membalas
Kita balas dengan cara setimpal
Kita bersabar dengan keburukan yang dilakukan oleh orang kepada kita
Antara akhlak Islam adalah apabila orang lain memperlakukan kita dengan buruk, kita membalasnya dengan berbuat baik, tidak dengan keburukan juga.

Namun, pada saat orang berbuat jahat kepada kita, biasanya tiada yang lain yang akan kita fikirkan kecuali bagaimana membalasnya dengan kejahatan juga.

Kadangkala kejahatan sehasta dibalas dengan keburukan beberapa hasta

Contohnya, kita difitnah mencuri wang pejabat. Lalu, tindakan kita adalah membalas keburukannya dengan cara menyebarkan keburukan diri orang itu.

Tentunya kita belum merasa puas. Kita pun berteriak memarahi orang itu, ditambah keinginan memukul, menendang, ataupun tindakan lain yang lebih ekstrem.

Jujur pada diri sendiri. Kita sering tidak sedar pembalasan kita sudah melampaui batas. Kita membalas keburukan dengan cara yang lebih buruk.

Sekali kita dimarahi, kita membalas dengan berkali – kali memarahi. Sekali kita ditampar, kita membalasnya dengan menampar berkali – kali.

Rasanya – rasanya, kita masih juga belum puas. Kita ingin menamparnya lagi, kita ingin menyakitinya dengan cara yang lebih sakit dan lebih sakit lagi.

Membalas keburukan dengan keburukan adalah kehinaan atas kehinaan. Darjat orang yang demikian adalah rendah, sama sahaja seperti membalas kedengkian dengan kedengkian.

Perkara yang melatari perkara itu adalah dendam dan bukan menegakkan keadilan.

Membalas keburukan dengan keburukan memang dapat membahagiakan hawa nafsu, Tetapi membalas keburukan dengan kebaikan adalah kemenangan manusia dihadapan manusia lain dan di hadapan Allah. 

Bersabar, bersabar dan bersabarlah..

Percayalah setiap apa yang berlaku pasti ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan kepada kita.

Apa yang perlu buat adalah sabar dan yakin bahawa semua itu akan datang pada kita, tepat pada masanya.

“Apabila kamu membalas kejahatan, kamu perlu membalas kejahatan yang sama seperti yang ditimpakan kepada kamu dan apabila kamu bersabar, tindakan yang demikian itu adalah lebih baik untuk orang yang bersabar”  [ An-Nahl ayat 126 ]

AIR MATA LELAKI 

AIR MATA LELAKI 

Apa yang terjadi jika lelaki menangis? Apa arti dari tangisan sang lelaki? Lelaki yang dikenal dengan kegagahannya, tidak-cengeng, ternyata harus diakui, lelaki juga boleh menangis, lelaki juga bersedih, dan sungguh benar, jika air mata lelaki lebih jujur daripada wanita. 

Mengapa lebih jujur? Air mata lelaki lebih berharga daripada air mata wanita kerana apabila lelaki menangis, itu bermakna dia sangat sayangkan wanita yang telah pergi dari hidupnya dan apabila lelaki menangis, lelaki itu memang maksudkannya.

Sayangnya, air mata lelaki selalu tersembunyi, ia akan terlihat tetap tersenyum di hadapan orang. Adakah lelaki juga menangis kerana CINTA sama seperti wanita? 

Walau sekeras mana pun hati lelaki ia akan mengalirkan air mata apabila hatinya dilukai.. Namun kaum wanita janganlah mengambil kesempatan di atas pengorbanan yang dilakukan lelaki untukmu itu.. Dan jika lelaki itu tidak mampu membuat kamu bahagia, segeralah kamu melepaskan dia berlalu pergi..

Sebenarnya kepada lelaki di luar sana sepatutnya berterima kasih kepada ALLAH kerana memberi peluang mengalirkan air mata yang amat berharga kerana air mata itu boleh menjadi penawar di dalam kehidupan. 

Tetapi tahukah anda, ada beberapa sebab yang dikatakan menjadi puncak gugurnya air mata seorang lelaki. Antara sebab-sebabnya ialah :
1. Kehilangan orang yang dicintai
Orang yang dicintai tidak semestinya kekasih, tetapi ahli keluarga dan juga sahabat-sahabat yang terdekat dengan dirinya. Hati siapa yang tidak sedih bila kehilangan seseorang yang bermakna dalam hidup kita kan?

2. Membuat orang tuanya bangga
Baik lelaki mahupun wanita, pasti berkeinginan membuat orang tuanya bangga. Tapi bagi lelaki, ada perasaan emosional tersendiri yang lebih kuat apabila melihat kebahagiaan di mata orang tuanya. 

3. Melihat orang yang disayangi sengsara
Lelaki mudah menjadi lemah apabila melihat orang yang disayanginya sengsara. Mereka boleh mengalirkan air mata kalau melihat orang tuanya atau ahli keluarganya terlantar di hospital. Kegagalan menyelamatkan orang-orang tercinta dari situasi buruk, boleh membuat mereka kecewa dengan diri sendiri dan akhirnya timbul kesedihan yang mendalam.

4. Mengecewakan orang yang terdekat dengannya
Bagi sesetengah lelaki atau wanita, merasa sedih adalah perkara normal setelah mengecewakan orang yang disayangi. Biarpun lelaki yang pada luarannya nampak macho, namun mereka tetap mempunyai perasaan seperti manusia lain.

5. Kematian hewan kesayangan
Hewan peliharaan biasanya dianggap seperti teman baik atau ahli keluarganya sendiri kerana hewan itulah yang sentiasa berada dengannya walaupun hewan tersebut tidak mampu bercakap. Hubungan antara hewan kesayangan dan tuannya boleh menjadi sangat rapat, jika dia sudah merawatnya sejak kecil atau banyak menghabiskan masa bersama.

6. Ketika lamarannya diterima
Tidak ada jawapan lain yang diinginkan lelaki selain kata: “ya, aku bersedia” ketika dia melamar kekasihnya. Air mata lelaki tidak hanya keluar pada saat sedih saja, tetapi juga saat dia merasa kebahagiaan yang luar biasa. Salah satunya adalah menikahi wanita yang dicintainya!

7. Dicampak/ditinggalkan oleh kekasih yang sangat dicintainya
Ditinggalkan kekasih yang sangat dicintai kerana kehadiran orang ketiga akan membuatkan harga dirinya turun mendadak. Egonya akan tersentak dan hatinya terguris bagaikan dihiris sembilu! Pada peringkat kekecewaan dan sakit hati yang sangat dalam, lelaki biasanya tidak akan mampu untuk menahan air matanya lagi.

8. Saat menikah

Walaupun lebih ramai wanita yang menangis saat mengucap janji suci ketika saat pernikahan, lelaki juga boleh menitiskan air mata di salah satu saat paling penting dalam hidupnya ini. Ada ketegangan dan rasa emosional tersendiri ketika seseorang akan melangkah ke dunia baru dalam hidupnya.

9. Saat kelahiran anak pertama
Bukan semua lelaki sanggup menyaksikan sendiri proses kelahiran anak pertama. Bagi mereka yang tidak sanggup melihat, mereka adalah antara orang yang rugi kerana saat itulah yang sebenarnya sangat bererti buat pasangan itu dan diri lelaki itu sendiri.

10. Kehilangan barang yang dibeli dari hasil titik peluhnya sendiri.
Bukan senang untuk lelaki mengumpul duit dan beli sesuatu dengan hasil titik peluhnya sendiri. Mereka mungkin akan mengalirkan air mata tanpa orang sekeliling sadari.

Hidup Adalah Pilihan

Hidup Adalah Pilihan

Mau putih atau hitam, kiri atau kanan, baik atau buruk, kikir atau dermawan, semuanya adalah pilihan kita masing-masing. Kita yang menentukan hidup kita masing-maisng, kemana akan kita bawa. 

Adakalanya kita menyalahkan orang lain, menyalahkan orangtua, menyalahkan lingkungan tempat kita hidup, menyalahkan semua hal yang menyebabkan kita salah memilih jalan dalam kehidupan ini. Padahal, tidak ada yang lebih tahu dan peduli pada hidup kita melainkan diri kita sendiri. Orang lain hanya mampu tertawa dan berkomentar dan berkomentar, selebihnya kita yang menjalani semuanya.

Ada kalanya, kita memang harus mendengar masukan dan kritikan, namuan ada kalanya juga kita harus mampu berdiri tegak dengan mengambil keputusan diri sendiri. Dan hanya diri kita sendiri yang mengetahui segala sisi yang ada dalam diri. baikkah kita, burukkah kita, bohongkah kita, jujurkah kita, hanya diri kita sendiri yang tahu.

Hidup adalah pilihan kita sendiri. Karena kita memiliki akal dan pikiran untuk memilih, bagaimana kehidupan ini kita bawa dan dijalankan. Jadi, jangan lagi ada dusta diantara kita dengan menyalahkan orang lain. Karena semua perubahan itu ada di tangan kita. Apakah mau atau tidak? Hanya kita sendiri yang memilih.

Perzinahan  MLM (Muti level marketing) 

Perzinahan  MLM (Muti level marketing) 

Selama ini kita menengenal MLM bisnis, atau MLM Pahala dan yang lainnya. Ternyata MLM bisa juga terjadi pada perzinahan, akibat perzinahan yang dilakukan oleh dua sejoli yang tidak sah, maka perzinahan bisa merambat sampai anak cucu dan seterusnya jika tidak memperhatikan kaidah agama.

Kasusnya seperti ini:

Ketika kedua pasangan berzina kemudian menghasilkan anak wanita hasil zina, maka anak wanita tersebut bukanlah anak dari bapak biologisnya (bapak yang berzina). Walaupun kedua pasangan yang berzina tersebut akhirnya menikah.Seringnya  kedua pasangan zina terpaksa menikah atau dipaksa jika mereka tidak berniat menggugurkan kandungannya agar tidak menanggung malu.

Anak hasil zina tidak dinasabkan kepada bapaknya secara syar’i.

dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا ، أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِثُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka. maka tidak dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya.” HR. Ahmad, Abu Daud.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ ، وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ

“Anak itu dinasabkan kepada suami yang sah sedangkan laki-laki yang berzina itu tidak dapat apa-apa” HR Bukhari no 6760 dan Muslim no 1457 dari Aisyah
  
Anak zina dinasabkan kepada Ibunya.. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ولد زنا لأهل أمه من كانوا حرة أو أمة

“Untuk keluarga ibunya yang masih ada, baik dia wanita merdeka maupun budak.” HR. Abu Dawud

Bapak biologis (yang berzina) tidak boleh menjadi wali bagi anak wanitanya (hasil zina)

Tidak boleh bagi bapak yang berzina menjadi wali bagi anak wanita hasil zina. Tidak boleh mengaku-ngaku bapak dan anak secara syariat. Karena ancamannya adalah pengharaman surga.

Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.”  HR. Bukhari no. 6385

Maka wali bagi anak wanita tersebut adalah pemerintah dalam hal ini di negara kita adalah KUA.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَالسُّلْطَانُ وَلِىُّ مَنْ لاَ وَلِىَّ لَهُ

“Penguasa adalah wali nikah bagi perempuan yang tidak memiliki wali nikah”  HR Abu Daud no 2083

Maka jika sang bapak yang berzina nekat menjadi wali dan menikahkan anak wanita hasil zinanya, maka pernikahan tersebut tidak sah. Sang anak wanitapun tidak tahu jika pernikahannya tidak sah. dan jika mereka berhubungan badan maka statusnya adalah perzinahan, jika lahir anak lagi, terutama anak wanita, maka statusnya anak zina juga. Begitu seterusnya jika bapaknya nekat menjadi wali menikahkan anak perempuanya, mirip seperti MLM.

Maka solusinya bisa:

1.sang bapak dan ibu yang dahulunya berzina menjelaskan baik-baik kepada anak wanitanya. Memang berat tetapi itulah hasil dosa yang memang ia harus tanggung agar selamat siksa akhirat.

2.sang bapak mengatur cara agar ketika anak wanitanya menikah ia terkesan pergi ke suatu tempat karena ada urusan, sehingga bisa mewakilkan wali kepada pemerintah yaitu KUA.

Demianlah betapa bahaya dosa berzina yang kita telah sama-sama ketahui. Semoga Allah menjaga kita. Amin

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

Tidak Mau Sholat Berarti SOMBONG

Tidak Mau Sholat Berarti SOMBONG

Sholat adalah perintah Allah untuk menghamba kepada-Nya.
Sholat adalah perintah Allah untuk bersyukur kepada-Nya.
Sholat adalah ukuran hamba yang beriman dan bertakwa.

”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.”
(QS Al Kautsar :1-2)

Sholat adalah mengagungkan Allah, diri ini kecil.
Tidak mau sholat ….?
Apakah dia lebih agung dari Allah,
yang telah memerintahkan sholat ?

Sholat adalah memuji Allah, diri ini nista.
Tidak mau sholat ….?
Apakah dia lebih terpuji daripada Allah,
yang bertasbih dan bertahmid apa yang di langit dan di bumi ?

Sholat adalah memohon petunjuk kepada Allah, diri ini tak tahu arah.
Tidak mau sholat ….?
Apakah dia lebih tahu daripada Allah,
yang Maha Tahu atas segala sesuatu.

Sholat adalah memohon ampun kepada Allah atas segala dosa.
Tidak mau sholat ….?
Apakah dia bebas dari dosa,
sehingga tidak butuh ampunan-Nya ?

Sholat adalah meminta kepada Allah, diri ini fakir.
Tidak mau sholat ....?
Apakah dia lebih kaya daripada Allah,
yang memiliki semua yang ada ?

Sholat adalah tunduk dan taat kepada Allah, diri ini tak berkuasa.
Tidak mau sholat ....?
Apakah dia lebih berkuasa daripada Allah,
yang semuanya ada di Tangan-Nya?

Sholat adalah ruku’ dan sujud kepada Allah, diri ini hina.
Tidak mau sholat ....?
Apakah dia lebih mulia dari pada Allah,
yang bertasbih apa yang di langit dan di bumi?

Sholat adalah bersyukur kepada Allah, diri ini papa.
Tidak mau sholat ....?
Apakah dia telah mencukupi dirinya sendiri,
selain pemberian dari Allah ?

Sholat adalah penghormatan kepada Allah.
Tidak mau sholat....?
Apakah dia lebih terhormat daripada Allah,
yang kemulian-Nya diakui seluruh makhluk-Nya ?

Sholat adalah perlindungan kepada Allah dari api neraka.
Tidak mau sholat....?
Apakah dia akan aman dari siksa neraka,
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,
dan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras ?

Dan makhluk Allah yang di langit dan bumi, semuanya sholat
Mereka bertasbih, bertahmid, sujud dan mengangungkan-Nya

”Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya berTASBIH apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) SHOLAT dan TASBIHnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS An Nur : 41)

”Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan berTASBIH dengan MEMUJI-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti TASBIH mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Isra’:44)

"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah berSUJUD apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gu-nung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan seba-gian besar daripada manusia?" (QS Al-Hajj: 18)

Hanya sebagian jin dan manusia yang ANGKUH dan SOMBONG
yang tidak mau melakukan sholat,
yang tidak mau mengagungkan Allah,
yang tidak mau memuji Allah,
yang tidak mau memohon petunjuk kepada Allah,
yang tidak mau memohon ampun kepada Allah,
yang tidak mau meminta kepada Allah,
yang tidak mau tunduk dan taat kepada Allah,
yang tidak mau ruku’ dan sujud kepada Allah,
yang tidak mau bersyukur kepada Allah,
yang tidak mau menghormat kepada Allah,
yang tidak mau berrlindung kepada Allah dari api neraka.

Iblis diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Adam,
Dia enggan dan takabur, karena merasa lebih baik dari Adam

Manusia diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Allah
Bila dia enggan dan takabur, apakah dia merasa lebih baik dari Allah ?

Firman Allah:
”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan SOMBONG, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS Al Israa’ :37)

Sabda Rasul :
”Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu.” (HR Muslim)

Hukum orang yang tidak mau sholat:

Allah benci dengan orang yang sombong, dan Rasul diperintahkan untuk memerangi orang-orang yang sombong, sebagaimana sabdanya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ‏‎ ‎النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا‎ ‎أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ‏‎ ‎وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ‏‎ ‎اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ‏‎ ‎وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا‎ ‎فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا‎ ‎مِنِّي دِمَاءَهُمْ‏‎ ‎وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ‏‎ ‎الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ‏‎ ‎عَلَى اللَّهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka (1) bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, (2) menegakkan SHOLAT, (3)menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 75 dan Muslim no. 21)

Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ‏‎ ‎وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ‏‎ ‎تَرْكَ الصَّلَاةِ

“Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)

Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Authar (1/403), “Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk dari perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah juga menerangkan perbedaan antara kata ‘al-kufru’ (memakai ‘al’) dengan kata ‘kufrun’ (tanpa ‘al’). Dimana kata yang pertama (yang memakai ‘al’/makrifah) bermakna kekafiran akbar yang mengeluarkan dari agama, sementara kata yang kedua (tanpa ‘al’/nakirah) bermakna kafir asghar yang tidak mengeluarkan dari agama. Sementara dalam hadits di atas dia memakai ‘al’. (lihat Iqtidha` Ash-Shirath Al-Mustaqim hal. 70)

Buraidah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا‎ ‎وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ‏‎ ‎تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi no. 2621, An-Nasai no. 459, Ibnu Majah no. 1069 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4143)

Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia termasuk golongan orang kafir.”

Dari Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili rahimahullah dia berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ‏‎ ‎صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ‏‎ ‎وَسَلَّمَ لَا يَرَوْنَ شَيْئًا‎ ‎مِنْ الْأَعْمَالِ تَرْكُهُ‏‎ ‎كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلَاةِ

“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpendapat mengenai sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat.” (HR. At-Tirmizi no. 2622)

Itulah mengapa dalam peperangan, orang yang menyerah dan masuk islam belum diakui, sebelum mendirikan sholat dan membayar zakat.

" Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan mereka untuk berjalan. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( QS At Taubah : 5 ). 

”Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS At Taubah : 11)

Itulah mengapa, pada masa Rasulullah dan sahabat semua muslim mendirikan shalat di masjid, termasuk orang munafik, walaupun dengan malas.

Alloh Ta'ala berfirman, yang artinya :" Sesungguhnya orang orang munafik itu menipu Alloh dan Alloh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' ( dengan sholat ) dihadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Alloh kecuali sedikit sekali." (An Nisa: 142)

Rasulullah bersabda : Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Dan shalat adalah kunci surga, tidak shalat ya masuk neraka, yaitu neraka SAQAR, Allah Ta'ala berfirman, yang artinya : " Apakah yang memasukkan kamu kedalam saqar ( neraka ) ?" mereka menjawab," Kami dahulu tidak termasuk orang orang yang mengerjakan shalat." ( Al Mudatsir: 42-43 ).

Perempuan yang Tebar Pesona atau Pria yang PHP (Pemberi Harapan Palsu )

Perempuan yang Tebar Pesona atau Pria yang PHP (Pemberi Harapan Palsu )

Siapa yang salah? Perempua yang tebar pesona atau pria yang Pemberi Harapan Palsu? Masih inget kalau PHP itu “Ga Akan Ada” kalau kitanya nggak ngarep, cuek dan gak suka? Kenapa islam sangat mengatur hubungan antara lawan jenis? Salah satunya supaya kita bisa menjaga diri, tidak mudah dimodusin.

Wanita itu gampang disentuh hatinya, lengah sedikit laskar PHP bisa menyerang dengan modus dan berbagai macam kode. Hati-hati kalau sudah bertemu dengan lelaki ramah, banyak janjinya, ngubungin kita kalau ada maunya aja, bisa jadi itu modus. 

Jika tidak ada batasan dengan lawan jenis, jauh dari kepribadian islami, sudah pasti yang mendekat lelaki modus yang penuh dengan kode. Awalnya sms nanyain hal-hal yang kelihatannya penting, lama-lama ngobrolin hal-hal yang tidak penting.

Ini contoh modus :
“Ukhti, aku mencintaimu karena Allah.” Ceritanya mau ngajakin ta’aruf, tapi gak ngelamar juga.
“Boleh minta nomor handphone nya? Biar bisa kirimis sms tausiyah atau bangunin saat malem.”
“Muslimah berhijab itu anggun yaa.. kaya kamu.”
“Papa nya ada? Ternyata Cuma nanyain doang bukan mau ngelamar. Yaahh.. lagi lagi modus.
“Bulannya terang dan cantik yah. Terang dan cantiknya dari kamu.” Kalau ini udah modus gombal lagi.

Muslimah, seperti apa, seperti itulah lelaki yang nantinya akan datang pada kalian. Jika kalian pandai menjaga diri, dengan sendirinya kalian menolak lelaki modus  bahkan sebelum ia datang kepada kalian. Lelaki modus tidak akan berani dekat-dekat. Hijab menjadi pagar, ketaatannya adalah duri, sekali mendekat akan ‘ketusuk’. Hati harus kuat, tak mudah dirayu. Perkataan harus tegas, membuat yang menggoda jadi malu.

Coba renungkan, kira-kira kalau kalian seperti yang sekarang ini, seperti apakah jodoh kalian? Benarkah yang pribadinya seperti Rasulullah?

Maunya dapatkan pria shalih, tapi tak pernah mau perbaiki diri. Jelas yang mendekati lelaki yang ngajak pacaran, yang modus.

Jika diri masih harus dibenahi, kepribadian masih jauh dari tuntunan islami. Kalian bisa memilih calon pasangan impian kalian, setelah kalian memantaskan dan meningkatkan kualitas diri.

Cinta bisa datang kapan saja, tapi rasanya bisa kalian kendalikan. Netralkan saja, hilangkan harapan jika belum waktunya. Cinta yang bertanggung jawab membutuhkan persiapan dan kesiapan.

Keseriusan bukan tentang ‘kapan’ tapi ‘apa sudah SIAP?’. Seharusnya cinta berpadu dalam dakwah, karena Allah, untuk Allah, dan demi Allah. Lelaki yang tidak serius mempunyai 1001 alasan untuk mendapatkan wanita.

Tapi dia juga punya satu juta alasan lain untuk kemudian pergi meninggalkannya. Semoga tak ada lagi lelaki modus, lelaki PHP, dan hati muslimah yang mudah goyah.

Indahnya Rasa Malu

Indahnya Rasa Malu

Indahnya rasa maluUmumnya orang mencela rasa malu. Malu diidentikkan sebagai lawan kemajuan, intovert, kuper, dan mental terbelakang. Kita sering mendengar misalkan orang berkata, “Kalau malu nggak akan maju!”, “Jangan jadi orang pemalu!”, atau “Jangan malu, yang seperti ini kan udah kebiasaan di masyarakat!”, dsb. malu sering dianggap sebagai penghambat kemajuan, menunjukkan kerendahan diri, introvert, dsb.

Padahal rasa malu adalah salah satu sifat yang dipuji oleh Allah SWT. dan disanjung oleh Rasulullah saw. Bahkan malu adalah salah satu cabang dari keimanan. Artinya, seorang mukmin sudah sepantasnya memiliki tabiat rasa malu.

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

“Iman itu memiliki tujuh puluh cabang, dan malu adalah cabang dari iman.”(HR. Bukhari)

Perasaan malu bermanfaat sebagai proteksi diri kita dari berbagai perbuatan tidak pantas bahkan dosa. Rasa malu membuat kita berpikir berkali-kali untuk mengerjakan sesuatu yang tercela di hadapan Allah SWT.

Misalnya apakah kita tidak malu bila tidak bersyukur kepada Allah atas semua nikmatNya dan masih merasa kurang? Apakah tidak ada perasaan malu kepadaNya saat kita meninggalkan kewajiban shalat? Tidak menjadikan al-Quran sebagai bacaan yang digemari dan kalah oleh koran misalnya?

Tidakkah kita merasa malu saat mengerjakan sesuatu yang sudah diharamkanNya? Semisal memakan riba, ghibah, menampakkan aurat, dsb? Terbersitkah juga perasaan malu kepada sesama muslim bila kita terbiasa mengabaikan perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarangNya?

 Perasaan malu seperti demikianlah yang positif dan menjadi pelindung diri kita dan masyarakat dari perbuatan maksiat. Terbukti, manakala rasa malu telah menipis maka tidak ada lagi perasaan sungkan untuk melanggar larangan Allah, menelantarkan kewajibanNya dan menzalimi sesama.

Perzinaan, korupsi, caci maki adalah sebagian dari keburukan yang mengalir deras karena hilangnya rasa malu.

Sebab itu jangan buang seluruh rasa malu. Banyak rasa malu yang justru dibutuhkan untuk menjaga kebaikan masyarakat. Hilangnya rasa malu akan berdampak kepada hilangnya keimanan dalam diri masyarakat. Nabi saw. bersabda:

“Rasa malu dan iman berjalan berdampingan, jika salah satu hilang maka akan hilang pula yang lainnya.”(HR. Al-Hakim).

Menyikapi Pemberian Rezeki dari Allah SWT

Menyikapi Pemberian Rezeki dari Allah SWT

Allah SWT memerintahkan kepda kita untuk bertaqwa kepada – Nya. Taqwa adalah kata yang sangat ringan untuk diucapkan, tetapi sangat berat untuk melaksanakannya. Kiat mengetahui bahwa yang namanya risky telah diatur oleh Allah SWT semua telah dibagi oleh Allah.

Ketika seorang muslim berbicara tentang rezeki, maka ada beberapa konsep. Di antaranya adalah:
1. Seorang muslim harus meyakini bahwa tidak ada yang memberikan rezeki kecuali Allah Ta’ala
Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS Adz-Dzariyat [51]: 58)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa “Ar-Razzaq” adalah nama Allah sebagai Dzat yang memberikan rezeki, kemudian memberikan lagi, kemudian memberikan lagi tanpa batas.

2. Seorang muslim harus yakin bahwa rezekinya telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, bahkan ketika ia masih di dalam rahim ibunya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ

“Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR AL-Bukhari dan Muslim)

Dengan konsep ini, maka seorang muslim ketika berhadapan dengan permasalahan rezeki maka tidaklah ia akan meminta rezeki kecuali kepada Allah. Ia juga tidak akan pernah merasa sedih dengan apa yang belum ia dapat, atau bahkan merasa kekurangan atau kehilangan. Hal itu karena ia yakin bahwa seluruh rezekinya telah diatur dan ditakdirkan oleh Allah Ta’ala.

Ketahuilah ! Rezeki bagaikan hujan yang tidak terbagi secara merata. Hujan, terkadang turun di daerah pegunungan, tidak di padang sahara atau sebaliknya; Terkadang turun di pedesaan tidak di perkotaan atau sebaliknya dan begitu seterusnya. 

Hujan bisa membawa rahmat, tapi terkadang bisa mendatangkan derita. Ingatlah ketika Allâh Azza wa Jalla menenggelamkan kaum Nabi Nûh Alaihissallam yang membangkang! Dengan apa Allâh Subhanahu wa Ta’ala membinasakan mereka? Dengan hujan yang menyebabkan banjir dahsyat. 

Begitulah harta atau bahkan dunia secara umum ! Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak membagikannya merata kepada setiap orang. Ada yang kaya, ada yang miskin dan ada yang berkecukupan. Harta, terkadang bermanfaat bagi hamba, terkadang harta bisa menyeretnya kelembah nista yang berujung derita.

Jika kita semua sudah mengetahui dan menyadari bahwa rezeki telah diatur oleh Allâh Azza wa Jalla , semua telah dibagi oleh Allâh Azza wa Jalla , lalu apa yang harus kita lakukan ? Buat apa kita mengeluh dengan rezeki yang sedikit ? Buat apa kita iri dengan orang lain ? Buat apa merasa hina ? Apakah harta bisa menjamin pemiliknya akan masuk surga ? Apakah dunia bisa menjamin untuk mendapatkan keridhaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala ?

Kepada orang-orang yang telah diberikan harta lebih dan berkecukupan, kita katakan, ‘Buat apa kalian bangga dengan kekayaan kalian ? Karena Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ ...وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata sebagian besar yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin…Dan saya pun pernah berdiri di pintu neraka, ternyata sebagian besar yang masuk ke dalamnya adalah para wanita [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Hadits yang mulia ini adalah peringatan untuk semua orang kaya dan berkecukupan. Dengan sangat jelas, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa penghuni surga kebanyakan berasal dari orang-orang miskin. Lalu bagaimana dengan orang-orang kaya ? Oleh karena itu, kita memperhatikan harta-harta kita dengan lebih seksama lagi, dari mana diperoleh dan bagaimana penggunaannya ?

Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda :

يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ ، خَمْسِ مِئَةِ عَامٍ

Orang-orang fakir yang beriman akan masuk surga mendahului orang-orang kaya selama setengah hari (di akhirat), (yang setara) dengan lima ratus tahun (di dunia). [HR. an-Nasâi dan Ibnu Mâjah dengan sanad yang hasan]

Suatu ketika, sesaat setelah membaca ayat :

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ 

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu [At-Takâtsur/102:1]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَقُولُ ابْنُ آدَمَ : مَالِى مَالِى - قَالَ - : وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ, أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ, أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

Seorang anak Adam akan berkata, “Hartaku! Hartaku!” (Allâh pun) berfirman, “Wahai anak adam! Tidaklah engkau mendapatkan sesuatu apapun dari hartamu kecuali apa-apa yang kamu makan kemudian engkau buang serta apa-apa yang engkau kenakan kemudian engkau menjadikannya lusuh atau apa-apa yang engkau sedekahkan kemudian engkau lupakan

Orang kaya bisa saja membeli makanan yang sangat mahal sampai 100 porsi atau lebih. Tetapi, apakah dia sanggup menghabiskan semuanya dalam satu waktu ? Tentu tidak. Orang kaya bisa saja membeli pakaian yang sangat mahal sampai 1000 jenis pakaian atau lebih. Tetapi, apakah dia bisa memakai semuanya dalam satu waktu ? Tentu tidak. 

Harta yang banyak ketika pemiliknya wafat, apakah akan dibawa mati pula ? Tidak ! Harta tersebut akan menjadi hak ahli warisnya. Jadi, apa yang sebenarnya yang dicari di dunia ini ?

Apakah ketenaran ? Apakah pujian ? Apakah kedudukan di dunia ?

Subhânallâh! Sungguh hina jika yang menjadi tujuan hidup adalah hal-hal tersebut.

Bersedekahlah! Ber-infaq-lah di jalan Allâh! Bukakanlah pintu-pintu kebaikan untuk orang lain. Sesungguhnya sedekah itu tidak akan mengurangi harta, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang bisa mencari rezeki dengan cara yang halal dan baik serta dapat memanfaatkannya di jalan yang diridhai oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala .

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُم

Demi Allâh! Bukanlah kemiskinan yang saya takutkan pada kalian. Akan tetapi yang saya takutkan pada kalian adalah dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, Sehingga kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka berlomba-lomba mengejarnya dan dunia akan menghancurkan kalian sebagaimana dia telah menghancurkan mereka. [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Dengan gamblang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak terlalu mengkhawatirkan jika umatnya miskin. Justru yang beliau takutkan adalah keadaan umatnya yang berlomba-lomba mengejar dunia, sehingga melalaikan mereka dari akhirat. 

Setelah kita mendengar hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, mestinya kita mau mengaca diri dan menilai diri kita sejujurnya. Adakah kita termasuk orang-orang yang terlalaikan oleh keindahan dunia yang menipu ini ? 

Kekayaan! Kekayaan apakah yang sebenarnya harus kita miliki ? 

Coba perhatikan hadits dibawah ini.

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Bukanlah yang dinamakan kekayaan itu dengan banyaknya barang, akan tetapi kekayaan (yang sesungguhnya) adalah kekayaan jiwa/hati

Dalam hadits yang mulia ini menjelaskan bahwa kekayaan hakiki adalah kekayaan hati yang dimiliki oleh seorang Mukmin, yaitu rasa puas, ridha dan bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allâh Azza wa Jalla . Inilah yang dinamakan dengan qanâ’ah. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberikan rasa qanâ’ah yang sangat tinggi. 

Jika kita menginginkan dunia maka dunia tidak akan pernah ada habisnya. Jika seseorang memiliki satu gunung emas, niscaya dia akan menginginkan dua gunung emas atau lebih banyak lagi. 

Sampai kapan orang-orang yang mengejar dunia akan puas ? Mereka tidak akan pernah puas kecuali kalau mulut-mulut mereka sudah dipenuhi dengan tanah, maksudhnya kematian telah menjemput.

Dunia bukan tujuan hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita fokuskan diri kita untuk benar-benar beribadah kepada Allâh dan mengisi sisa-sisa hari kita ini dengan takwa kepada Allâh Azza wa Jalla.

Demikian tadi penjelasan mengenai bagaimana sikap kita untuk menyepi risky yang sudah Allah berikan kepad kita. Segala sesuatu yang kita dapatkan adalah berasal dari Allah. Maka besar kecilnya risky yang kita dapatkan semoga kita dapat beristiqomah untuk selalu mengucap rasa syukur kepada Allah SWT.

JANGAN TERPANCING

JANGAN TERPANCING

Di saat ada org lain yang memaki kita, biasanya kita terpancing untuk balas memakinya.

Disaat ada org yang "melengos" di depan kita, andapun biasanya membalasnya dengan yg serupa atau bahkan lebih keras dari yg dia lakukan.

Di saat ada orang yg memusuhi kita, menjelek² kan kita, biasanya kita tergoda untuk melakukan hal yg serupa atau bahkan lebih.

Namun pernahkah terbetik di hati kita rasa iba kepada org yg berbuat jahat kepada kita tersebut?

Pernahkah kita berkeinginan untuk memberinya hadiah karena dia telah menghina, memaki, memusuhi kita?

Hadiah, sekedar mengucapkan salam ketika berjumpa dengannya, atau mungkin berkunjung ke rumahnya saja mungkin terlalu berat untuk kita lakukan.

Karena itu wajar bila kondisi buruk ini terus berkepanjangan bahkan terwariskan kepada anak cucu kita.

Simaklah kiat manjur berikut agar kondisi negatif di atas dapat berubah menjadi positif secepatnya.

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Tentu tidaklah sama antara kebajikan dengan kejahatan. Balaslah dengan cara² yg lebih baik, niscaya dalam sekejap antara dirimu dan orang yg memusuhimu akan terjalin hubungan baik, seakan² dia adalah pembelamu yg paling setia. (Fusshilat 34)

Memang terasa berat, dimusuhi malah memaafkan bahkan memberinya hadiah.

Di"plengosi" malah tersenyum dan mengucapkan salam kepadanya.

Namun percayalah bahwa sejatinya itu tidaklah sulit bila kita memiliki jiwa yg besar hati yg lebar.

Adanya rasa berat, sejatinya adalah bukti betapa kerdilnya jiwa kita. Karena itu setelah ayat di atas Allah berfirman :

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Sikap itu tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang² yang bersabar & tidaklah dikaruniakan kecuali kepada orang² yang dapat keberuntungan besar."

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...