Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar,
Dan FirmanMu terguris di atas ribuan kuburan yg dangkal.
Anak menangis kehilangan bapa,
Tanah sepi kehilangan lelakinya.
Bukannya benih yg ditabur di bumi ini,
Tapi bangkai dan wajah mati sia-sia.
Apabila malam turun nanti,
Sempurnalah sudah warna dosa,
Dan mesiu kembali lagi bicara !
Waktu itu Tuhan,,,
Perkenankan aku membunuh...!
Perkenankan aku menusukkan sangkurku.
Malam dan wajah adalah satu warna.
Dosa dan nafasku adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan,
Kecuali menyadari biarpun bersama penyesalan.
Apa yg bisa diucapkan oleh bibirku yg terjajah ?
Sementara kulihat kedua lenganMu yg capai mendekap bumi yg menghianatiMu.
Tuhan...
Erat-erat kugenggam senapanku.
Perkenankan aku membunuh.
Perkenankan aku menusukkan sangkurku.
@Do'a Seorang Serdadu Sebelum Berperang - WS. Rendra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar