Selasa, 09 Agustus 2016

RAYUAN SEORANG AHLI TAJWID

Sambil belajar Ilmu Tajwid

RAYUAN seorang ahli tajwid kepada ISTRINYA
.
�� �� ��
.
Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah...
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi,
maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta

Sejenak pandangan kita bertemu,
lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Lazim ...
Paling panjang di antara yang lainnya.

Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro..
terpantul-pantul dengan keras

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu

Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr

Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,
cuma berdua, Lam dan Ro'
.
Layaknya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku?

Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas

Dik, kau dan aku seperti Idghom
Mutajanisain...
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat

Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu

Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di pikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu. Berkaaaah������������

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...