Rabu, 02 Desember 2015

° SHOLAWAT YANG DITERIMA°

° SHOLAWAT YANG DITERIMA°

Di kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat
Kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam
sebanyak 4000 kali tiap hari tanpa
sepengetahuan siapapun, kecuali Allah.
Suatu malam ada seorang wanita miskin mau
melahirkan anak. Ia begitu miskin hingga tak
mampu membeli lampu maupun minyak bayi.
Hal ini membuat suaminya sangat sedih.

Dalam
kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi
bertemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
“Pergi dan temuilah Amir Madinah. Katakan
bahwa Nabi memerintahkannya untuk
menanggung biaya sebesar 100 dinar. Tanda
kebenaran berita ini adalah bacaan shalawatnya
di depan jendela kuburku sebanyak 4000 kali
tiap hari,” perintah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa
Sallam dalam mimpi.

Lelaki itu lalu menemui seorang Syeikh dan
menceritakan mimpinya. Mereka lalu sepakat
untuk pergi ke rumah Sang Amir Madinah.
Setelah keduanya duduk di hadapan Amir
Madinah, Sang Syeikh berkata, “Lelaki ini
bermimpi tentangmu, dengarkanlah ceritanya.”
“Ceritakanlah mimpimu,” kata Amir Madinah.

Lelaki miskin itu kemudian menceritakan
mimpinya. “Mimpi mu benar. Aku bersedia
menanggung biaya yang di tetapkan Nabi
Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,” kata Amir Madinah.
Ia lalu bangkit mengambil 100 dinar, “Ini biaya
yang harus ku tanggung.” Ia kemudian
memberikan 100 dinar lagi, “Ini Hadiah untuk
kabar gembira yang kau bawa, yaitu di
terimanya shalawatku oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi
Wa Sallam.” Ia menyerahkan 100 dinar lagi.
“Ambillah ini, belanjakanlah untuk keperluan
keluargamu dan bayi yang baru lahir,” kata sang Amir.
Perhatikanlah keikhlasan Amir Madinah dalam
beribadah. Ia bershalawat kepada Nabi Shallahu
‘Alaihi Wa Sallam, Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa
Sallam merasa senang dan memberinya kabar
gembira di dunia. Sedangkan kita, mengapa jika
kita bershalawat atau bersedekah tidak melihat
tanda-tanda pengabulan dari Allah Subhanahu
Wa Ta’ala.

MENGAPA..? Aku tidak melihat sebab
lain, kecuali tebalnya hijab, karena kita
melakukan hal – hal yang tidak pantas. Yaitu hal
– hal yang menjauhkan kita dari Allah
Subhanahu Wa Ta’ala…

wallahu'alam.,

Sumber :  ( Buku Kisah dan Hikmah Dalam Kalam
Habib Muhammad Bin Hadi Asseqaf )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...