Yang menjalankan shalat sesungguhnya raga. Raga yang shalat itu terdorong oleh adanya iman yang hidup pada diri orang yang menjalankannya. Seandainya nyawa tidak hidup, maka Lam Tamsyur (maka tidak akan menolong) semua perbuatan yang dijalankan. Secara yang tersurat, shalat itu adalah perbuatan dan kehendak orang yang menjalankan, namun sebenarnya Allah-lah yang berkehendak atas hambanya. Itulah hakikat dari Tuhan penciptanya.
Jumat, 04 Desember 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"
Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...
-
AJIAN SERAT JIWA (PEMBUKA) "Tetombo pawongan kang lagi kepanasan... Mung saget ngiyup menyang ngisor wit-witan..." Ekstrak Ilmu...
-
Syekh siti jenar “Sajati jatining ngelmu Lungguhe cipta pribadi Pustining pangestinira Gineleng dadya sawiji, Wijaning ngelmu dyatmika ...
-
Rajah Kala Cakra merupakan ilmu yang banyak digunakan oleh para jawara tempo dulu di antaranya menawarkan ajian, menyerang balik kekuatan ga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar