Selasa, 10 Mei 2016

"FILOSOFI BUNGA DALAM BUDAYA JAWA"

Filosofi Bunga dalam Budaya Jawa | Kembang Setaman

Kembang atau bunga. Bermakna filosofis agar kita dan keluarga senantiasa mendapatkan “keharuman” dari para leluhur.
Keharuman merupakan kiasan dari berkah-safa’at yang berlimpah dari para leluhur, dapat mengalir (sumrambah) kepada anak turunnya. Masyarakat jawa mempunyai adat dan tradisi yang kuat, misalnya saat punya gawe/hajatan, ada rangkaian upacara adat yang dilaksanakan, tak lupa menyertakan berbagai aneka Ubo rampe seperti kembang setaman, nyambung tuwuh nyiram tuwuh dan lain-lainya.

Sebagai generasi jawa tentunya kita juga punya kewajiban moral untuk ikut melestarikan budayajawa yang terkenal adiluhung, nguri-uri kabudayan jowo, kalau bukan kita lalu siapa lagi?memang tidak semua produk budaya nenek moyang itu bagus, akan tetapi banyak warisan yang layak untuk dilestarikan, supaya tidak ribut2 setelah budaya kita diklaim oleh negeri sebelah, baru ingat dan tersadar akan warisan budaya sendiri.

Budaya adalah alat interaksi sosial yang efektif. Budaya/adat istiadat dan keyakinan/agama itu berbeda, jadi tidak ada pertentangan antara agama (dalam hal ini agama Islam sebagai agama mayoritas di Jawa) dan budaya/adat Jawa.
Sepanjang ruh dari budaya tersebut berisi akidah islam sebagaimana diajarkan para wali-wali di tanah jawa sejak jaman dulu. Ibaratnya agama/spiritualitas adalah isi, sedang budaya/adat-istiadat adalah wadahnya, seperti air ia bisa berbentuk gelas bila dituang dalam gelas, bisa berbentuk teko bila dituang dalam teko.

Demikian juga agama Islam, ia bisa menjadi ruh/isi bagi budaya/adat istiadat dimanapun, tanpa harus mengeliminasi budaya tersebut dengan budaya arab. Hal ini bisa kita lihat dalam budaya bersih Desa tasyakuran memanjatkan puja-dan puji pada Tuhan YME, menjaga harmoni dengan alam serta menjalin talisilaturrahmi sesama manusia.

Ada juga prosesi perkawinan jawa yang sarat makna dan simbol, menyertakan berbagai uborampe yang juga mengandung makna filosofi, contohnya uborampe bunga.

Bunga adalah salah satu perlengkapan yang penting dalam upacara adat jawa, jadi ketika para pakar marketing di barat mengenalkan bunga sebagai simbol komunikasi sosial yang efektif melalui ungkapan ”say it with flower” maka nenek moyang kita jauh sebelumnya sudah memperkenalkan bunga dalam kebudayaannya.

Bunga Selain mempunyai nilai seni juga mengandung makna filosofi yang tinggi.Kembang SetamanUborampe ini sangat fleksibel,cakupannyaluasdan dimanfaatkan dalam berbagai acara ritusdan kegiatan spiritual.Kembang setaman versiJawa terdiri dari beberapa jenis bunga. Yakni, mawar, melati, kanthil, dan kenanga. Lihat dalam gambar.Adapun makna-makna bunga tersebut yang sarat akan makna filosofis adalah sbb :

1.Kembang KANTHIL,

singkatan dari KANTHI LAKU TANSAH KUMANTHIL Simbol pepeling/pengingat bahwa untuk meraih ngelmu iku kalakone kanthi laku.Maksudnya, untuk meraih ilmu spiritual serta meraih kesuksesan lahir dan batin, setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon-mohon doa.

Kesadaran spiritual tak akan bisa dialami secara lahir dan batin tanpa adanya penghayatan akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari (lakutama atau perilaku yang utama).

Bunga kanthil berarti pula, adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil, yang bermakna Kumanthil pula pengabdian yang mendalam tiada terputus. Yakni mencurahkan kasih sayang dan manfaat kepada seluruh makhluk, kepada kedua orang tuanya dan para leluhurnya,

2.Kembang MLATHI,

singkatan dari RASA MELAT SAKA NJERO ATI. Artinya adalah dalam berucap dan berbicara hendaknya kita selalu mengandung ketulusandari hati nurani yang paling dalam.

Lahir dan batin haruslah selalu sama, menolak kemunafikan. Artinya menolak ucapan yang sekedar “abang2 lambe” mung kanggo panthes2an wae.

Bahkan di Padepokan sufi di kota penulis terpampang plakat sebagai pepeling yang berbunyi BIASAKNO KULINAKNO PANGUCAPMU PODO KARO ISINE ATIMU artinya biasakanlah berbicara jujur sesuai nuranimu.

Meskipun karena kejujuran itu engkau ditertawakan sebagai manusia culun, lugu dan bodoh. Tetapi engkau akan memperoleh derajat tinggi di hadapan Allah SWT dan didalam hati nurani seluruh mahluk di muka bumi.

3. Kembang KENANGA,

Keneng-a! Capailah segala keluhuran yang telah dicapai oleh para pendahulu. Berarti generasi penerus seyogyanya mencontoh perilaku yang baik dan prestasi tinggi yang berhasil dicapai para leluhur semasa hidupnya.

Kenanga, kenang-en ing angga. Bermakna filosofis agar supaya anak turun selalu mengenang warisan leluhur tradisi, kesenian, kebudayaan, filsafat, dan lain yang baik-baik

4. Kembang MAWAR,

Mawi-Arsa Dengan kehendak atau niat. Menghayati nilai-nilai luhur hendaknya dengan niat. Mawar, atau awar-awar ben tawar.

Buatlah hati menjadi “tawar” alias jembaring ati atau mampu mewadahi segala cobaan hidup. Jadi niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, menjalani segala sesuatu tanpa pamrih (ihlas), dan menerima cobaan hidup dengan ikhlas.

-Mawar Merah

Mawar melambangkan proses terjadinyaatau lahirnya diri kita ke dunia fana. Yakni lambang dumadine jalma menungsamelalui langkahTriwikrama.

Mawar merah melambangkan ibu. Ibu adalah tempat per-empu-an didalam mana jiwa-raga kita diukir. Dalam bancakan weton dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa).

-Mawar Putih

Mawar putih adalah perlambang dari bapa yang meretas roh kita menjadi ada.

Dalam lingkup makrokosmos, Bapanya adalah Bapa langit, Ibunya adalah Ibu Bumi. Bapanya jiwa bangsa Indonesia, Ibunya adalah nusantara Ibu Pertiwi.  Keduanya mencetak “pancer” atau guru sejati kita. Maka, pancer kita adalah pancerku kang ana sa ngisore langit, lan pancerku kang ana sa nduwure bumi. 

Sang Bapa dalam bancakan weton dilambangkan pula berupa bubur putih(santan kelapa). Lalu kedua bubur merah dan putih, disilangkan, ditumpuk, dijejer, merupakan lambang dari percampuran raga antara Bapa dan Ibu. Percampuran ragawi yang diikat oleh rasa sejati, dan jiwa yang penuh cinta kasih yang mulia, sebagai pasangan hidup yang seiring dan sejalan. Perpaduan ini diharapkan menghasilkan bibit regenerasi yang berkwalitas unggul.

Dalam jagad makro, keselarasan dan keharmonisan antara bumi dan langit menjadukan keseimbangan alam yang selalu melahirkan berkah agung, berupa ketentraman, kedamaian,kebahagiaan kepada seluruh penghuninya.

Melahirkan suatu negeri yang tiada musibah dan bencana, subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.

Kembang TelonTerdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga mawar putih, mawar merah, dan kanthil. Atau mawar, melati, kenanga. Atau mawar, melati, kantil.

Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna).Sugih banda, sugih ngelmu, sugih kuasa.

Kembang Boreh,
PutihanTerdiri dari tiga macam bunga yang berwarna putih. Yakni kanthil, melati, dan mawar putih. Ditambah dengan “boreh” atau parutan terdiri dua macam rempah;dlingodanbengle. Agar segala sesuatu selalu dalam tindak tanduk, perilaku yang suci murni. Karena putih di sini melambangkan kesucian dan ketulusan hati. Kembang telon bermakna pula sebagai pengingat agar supaya kita selalu eling dan waspada.

Kembang Tujuh Rupa
Berupa kembang setaman ditambah jenis bunga-bunga lainnya sampai berjumlah 7 macam. Lebih sempurna bila di antara kembang tersebut terdapat kembangwora-wari bang. Atau sejenis bunga sepatu yang wujudnya tidak mekar, tetapi bergulung/gilig memanjang (seperti gulungan bulat memanjang berwarna merah).
Ciri lainya jika pangkal bunga dihisap akan terasa segar manis. 

Kembang tujuh rupa, dimaksudkan supaya apa yang sedang menjadi tujuan hidupnya dapat terkabul dan terlaksana.

Tujuh (Jawa;pitu) bermakna sebuah harapan untuk mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari tuhan yang Maha kuasa.
Rujak Degan Atau rujak kelapa muda. Degan supaya hatinya legan, legowo. Seger sumringah,segar bugar dengan hati yang selalu sumeleh, lega lila lan legawa. Hatinya selalu berserah diri pada tuhan, selalu sabar, dan tulus.

Dlingo dan Bengle
Keduanya termasuk rempah-rempah, atau empon-empon.
Bengle bentuk luarnya mirip jahe. Tetapi baunya sangat menyengat dan bisa membuat puisng. Sedangkan dalamnya berwarna kuning muda. Karena baunya yang mblenger sehingga di Indonesia jenis rempah ini tidak digunakan sebagai bumbu masak.

Sebaliknya di negeri Thailand rempah ini termasuk sebagai bumbu masak utama. Entah apa sebabnya, bengle dan dlingo merupakan rempah yang sangat tidak disukai oleh bangsa lelembut.

Sehingga masyarakat Jawa sering memanfaatkannya sebagai sarana penolak bala atau gangguan berbagai makhluk halus.
Anda dapat membuktikannya secara sederhana. Bila ada orang gila yang dicurigai karena ketempelan makhluk halus, atau jika ada seseorang sedang kesurupan, coba saja anda ambil bengle, atau parutan bengle, lalu oleskan di bagian tubuhnya mana saja, terutama di bagian tengkuk. Anda akan melihat sendiri bagaimana reaksinya.
Biasanya ia akan ketakutan atau berteriak histeris lalu sembuh dari kesurupan.

Dalam tradisi Jawa, jika ada orang meninggal dunia biasanya disiapkan parutan bengle dicampur dengan sedikit air digunakan sebagai pengoles bagian belakang telinga.Gunanya untuk menangkal sawan.

Dlingo bengle, walaupun keduanya sangat berbeda bentuk dan rupanya, tetapi baunya seolah matching, sangat serasi dan sekilas baunya hampir sama.

Dlingo dan bengle bermanfaat pula sebagai sarana memasaang pagar gaib di lingkungan rumah tinggal.

Dengan cara; dlingo dan bengle ditusuk bersama seperti sate, lalu di tanam di setiap sudut pekarangan atau rumah.

Begitulah pelajaran berharga yang kini sering dianggap remeh bagi yang merasa diri telah suci dan kaya pengetahuan.

Di balik semua itu sungguh memuat nilai adiluhung sebagai “pusaka” warisan leluhur, nenek moyang kita, nenek moyang bangsa ini sebagai wujud sikapnya yang bijaksana dalam memahami jagad raya dan segala isinya.

Doa tak hanya diucap dari mulut. Tetapi juga diwujudkandalam bergai simbol dan lambang supaya hakekat pepeling ajaran yang ada di dalamnya mudah diingat-ingat untuk selalu dihayati dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Ajaran adiluhung yang di dalamnya penuh arti, sarat dengan filsafat kehidupan. Kaya akan makna alegoris tentang moralitas dan spiritualitas dalam memahami jati diri alam semesta, jagad nusantara, serta jagad kecil yang ada dalam diri kita pribadi.

Thefilosofi.blogspot.com

Sumber artikel: Piss-ktb.com

Senin, 09 Mei 2016

"KIDUNG WAHYU KOLOSOBO"

"KIDUNG WAHYU KOLOSOBO"

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro,Kelawan mekak howo, howo kang dhur angkoro,

Senadyan setan gentayangan tansah gawe rubedo, Hinggo pupusing jaman,

Hamateg ingsun nyirep geni wiso murko,Meper hardaning ponco saben ulesing netro,

Linambaran sih kawelasan, Ingkang paring kamulyan sang hyang jati pengeran,

Jiwanggo kalbu samudro pepuntoning laku,Tumuju dateng Gusti Dzat kang amurbo dumadi,

Manunggaling kawula Gusti krenteg ati bakal dumadi, Mukti ingsun tanpo piranti,

Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito, Maneko warno prodo mbangun projo sampurno,

Sengkolo tido mukso kolo bendu nyoto sirno,Tyasing roso mardiko,

Mugiyo den sedyo pusoko kalimosodo, Yekti dadi mustiko sak jroning jiwo rogo,

Bejo mulyo waskito digdoyo bowo leksono,Byar manjing sigro-sigro,

Ampuh sepuh wutuh tan keno iso paneluh,Gagah bungah sumringah nda-dar ing wayah-wayah,

Satrio toto sembodo wirotomo katon sewu kartiko, Ketaman wahyu kolosebo,

Memuji ingsun kanti suwito linuhung, Segoro gondo arum swuh rep dupo kumelun,

Ginulah niat ingsun hangidung sabdo kang luhur, Titahing sang hyang agung,

Rembesing tresno tondo luhing netro roso,Roso rasaning ati kadyo tirto kang suci,

Kawistoro jopo montro kondang dadi pepadang, Palilahing sang hyang wenang,

Nowo dewo jawoto tali santiko bawono,Prasido sidhikoro ing sasono asmoro loyo,

Sri nalendro kolosebo winisudo ing gegono,

Datan gingsir sewu warso ......

TERJEMAHAN BEBAS ;

TUHAN… Dengan seluruh kekuatan yang Engkau berikan, sesungguhnya saya akan berjuang memerangi sifat dusta yang ada didalam diri saya, dan dengan sepenuh hati saya akan membentengi diri saya dari gerakan nafsu angkara murka yang menyesatkan,

Meskipun syetan laknat terus ber-grelya membujuk anak manusia berbuat jahat hingga jaman berahir.

TUHAN… Rupanya iblis membiuskan api – api kesesatannya di dalam jiwa dan raga saya, dan saya sudah bertekat disetiap nafas berhembus,

Bahkan pada setiap mata berkedip saya akan berperang dengan mereka di medan laga,

Sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan menguasai 5 perkara yang ada di tubuh saya

*Telinga, mata, hidung, mulut dan 2 lubang di bawah perut*,

dan dengan Kasih Sayang-MU.

TUHAN… Hujanilah jiwa raga saya dengan kemualian-kemulian-MU, dan sungguh Engkaulah TUHAN YANG MAHA ABADI

Ketika kesadaran jiwa setiap insan merasakan dirinya berada dalam KUASA TUHAN,

sungguh ia akan memiliki kekuatan hati yang bila berdoa di kabulkan, bila meminta di penuhi, bila berharap di wujudkan, bila berperang melawan kebathilan dimenangkan, dan ia akan merasakan kelezatan kehidupan jiwa tanpa harus melewati proses yang melelahkan,

karena sesungguhnya TUHAN MAHA BERKUASA terhadap seluruh Ciptaan-NYA

Tahukah kalian wahai insan yang di hidupkan dimuka bumi, ketika jiwamu di penuhi dengan ilmu dan kasih sayang,

Maka engkau akan mendapatkan berbagai cahaya kebenaran, ruh kebaikan serta pancaran kemuliaan yang sempurna,

Sebagai Anugerah dari TUHAN-mu Yang Maha SEMPURNA, sehingga akan lenyap kesedihan didalam dirimu, dan akan sirna segala macam bentuk angkara murka di dalam jiwamu,

Sampai akhirnya suatu hari nanti kamu bangkit menjadi insan yang tidak terjajah oleh nafsu yang menyesatkan,

Maka bangkitlah dengan kasih sayang TUHAN-mu.

TUHAN… melalui bait bait Kidung yang saya lantunkan ini,

Semoga Engkau berkenan menanam ke-IMANAN yang sejati di dalam jiwaku bahwa TIADA TUHAN selain ENGKAU YANG MAHA SEJAHTERA,

dan saya memohon kepada-MU TUHAN…

Anugerahkan pula terhadap diri saya sebuah kedudukan sebagai hamba-MU yang memiliki keberuntungan hidup, memiliki banyak ilmu dan berpengetahuan luas, tidak lemah dan selalu memiliki keberanian membela kebenaran, berwibawa dan bisa menjadi suri tauladan terhadap sesama,

Sehingga siapa saja insan yang berada di sekeliling saya segera merasakan indahnya hidup berkat KASIH SAYANG-MU YANG SANGAT LUHUR LAGI AGUNG Karena saya tahu,

Sesungguhnya seorang hamba-MU yang telah ENGKAU menangkan,

Akan memiliki kekuatan yang utuh, bahkan segala macam pengaruh sihir jahat akan lumpuh seketika dihadapannya,

Dia begitu bijak dan sangat mulia, wajahnya-pun memancarkan cahaya yang mampu meredam semua unsur amarah serta kebencian,

Bahkan dia akan tampil sebagai kesatriya yang mengobarkan api kebenaran, tiada henti terus menerus menyerukan perdamaian

Dan sungguh dialah sosok sang raja pembawa kesejahteraan yang bermahkotakan kasih sayang

Wahai TUHAN YANG MAHA LUHUR, saya adalah hamba-MU yang lemah,

datang bersimpuh dihadapan-MU, memohon kepada-MU dengan jeritan hati yang terdalam,

Tenggelamkan saya Wahai TUHAN kedalam samodra kemenangan-MU, dan bangkitkan saya kembali kepermukaan bumi setelah tubuh dan jiwa ini ENGKAU lengkapi dengan berbagai cahaya kemenangan-MU,

sehingga saya memiliki kekuatan mengibarkan panji – panji kemenangan-MU diseluruh penjuru bumi,

dan sungguh jika itu terlaksana semata – mata hanya ENGKAU-lah yang menghendakinya,

karena sungguh hanya ENGKAULAH TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA

Wahai insan sejagad raya,

ketahuilah bahwa cinta akan selalu melahirkan air mata, sebuah air mata yang akan membentuk jiwamu, hatimu serta seutuhnya yang ada pada dirimu

Mengerti bahwa cinta itu suci, sesuci air matamu yang jatuh membasahi bumi,

Maka berharaplah dengan berbagai untaian doa, agar suatu ketika kalian dapat berjumpa dengan SANG PENCIPTA kesucian air mata,

karena sesungguhnya hanya DIA sebagai MAHA TERTINGGI yang menguasai jiwa – jiwapara PECINTA.

Sesungguhnya tidak ada tali sakti yang dapat mengikat sembilan dimensi bumi,

kecuali talinya para kestriya yang memiliki kesaktian berupa sifat bersahaja, berbudi pekerti mulia, senang berbagi kebaikan dan tidak gentar memperjuangkan kebenaran ajaran TUHAN,

dan mereka sangat pantas mendapat anugerah mahkota sang raja pembawa kesejahteraan dunia,

bahkan seluruh Malaikat yang ada dilangitpun mengaguminya dan sejarah akan mencatat derajat mereka sebagai hamba yang teristimewa,

dan seandainya kita hidup bersamanya rasanya kebahagian itu tidak bisa di ungkapkan walau kita hidup seribu tahun lamanya ..

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...