Senin, 28 Desember 2015

"MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!"

"MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!"

INGAT : Tulisan ini khusus untuk para GENTHO (begundal), mereka yang sedang berproses mencari kebenaran Tuhan.

Yang mengaku Alim atau ahli ibadah atau Ustad minggir dulu, nanti dulu, jangan Komentar ya :)
Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal Syueb Sanusi (embuh sopo kui? - Gak tau siapa Itu ?). Monggo...

MH Ainun Najib alias Cak Nun

BEBERAPA tahun belakangan marak 'SEDEKAH AJAIB' yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad 'nganu'. Cak Nun hanya mengingatkan, "SEDEKAH itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu!
Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?"

Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya masih segitu kok.
Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja, titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh manusia, nggak boleh!

Banyak orang beribadah yang masih salah niat gara-gara manut omongan si motivator sedekah. Naik haji/umroh biar dagangannya lebih laris. Sholat Duha biar diterima jadi PNS, biar duit banyak, biar jadi milyarder biar dihormati orang. Ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik! Menangislah pada Tuhan tapi bukan berarti jadi cengeng. Nabi dalam sholatnya menangis, tapi sebenarnya itu adalah menangisi. Beda antara menangis dan menangisi. Kalau menangis itu kecenderungan untuk dirinya sendiri, tapi kalau menangisi itu untuk selain dirinya : orangtua, anak, istri, kakek, nenek, saudara, sahabat dan seterusnya.

Ada seorang pedagang miskin yang dagangannya nggak laku, dia sabar dan ikhlas : "kalau memang saya pantasnya miskin, dagangan saya nggak laku, saya ikhlas, manut ae, yang penting Tuhan ridho sama saya." Malah keikhlasan seperti ini yang langsung dijawab oleh Tuhan dengan rejeki berlimpah yang tak disangka-sangka datangnya.

Tapi kalau kita yang ditimpa sial, dagangan nggak laku, biasanya langsung mewek : "Ya Tuhan kenapa saya kok mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak bisa beli montor, gak bisa beli mobil, aku salah apa sih..!???" Waaahh..., malaikat langsung gregeten, nampar mukamu : "Oalaaaaah.., cengeng byanget kamu ya...!!!"

Iman seseorang memang tidak bisa distandarisasi. Tiap orang mempunyai kapasitas iman yang berbeda.

Makanya kalau jadi imam harus paham makmumnya. Makmumnya koboi tapi bacaan imamnya panjang-panjang disamakan dengan anak pesantren. Akhire makmumnya di belakang nggerundel, gak ihklas.

Cak Nun mengingatkan, usahakan berbuat baik jangan sampai orang tahu. Kalau bisa jangan sampai orang tahu kalau kita sholat. Lebih ekstrim lagi, jangan sampai Tuhan tahu kalau kita sholat (walau itu nggak mungkin). Pokoknya lakukan saja apa yang diperintahkan dan jauhi yang dilarang-Nya, titik! Itu adalah sebuah bentuk keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. Sudah suwung, sudah nggak perduli dengan iming-iming imbalan pahala, yang penting Tuhan ridho, nggak marah pd kita.

Motong rambut atau kuku nggak harus nunggu hari Jum'at. Lha wong paling pingin ML aja kok ya harus nunggu malam Jum'at, Ni gimana sih? Itulah kita, tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. Nggak ada pahala, nggak ibadah. Ini jangan diartikan meremehkan Sunnah Rosul. Pikir sendiri!

"Surga itu nggak penting..!" kata Cak Nun suatu kali. Tuhan memberi bias yang bernama surga dan neraka. Tapi kebanyakan manusia hanya kepincut pada surga. Akhirnya mereka beribadah tidak fokus kepada Tuhan. Kebanyakan kita beribadah karena ingin surga dan takut pada neraka. Kelak kalau kita berada di surga, bakalan dicueki oleh Tuhan. Karena dulu sewaktu di dunia cuma mencari surga, nggak pernah mencari Tuhan. Kalau kita mencari surga belum tentu mendapatkan Tuhan. Tapi kalau kita mencari Tuhan otomatis mendapatkan surga. Kalau nggak dikasih surga, terus kita kost dimana???

"Cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang surga dan neraka. Fokuskan dirimu hanya pada Tuhan. Karena sebenarnya orang yang berada di surga adalah orang yang mencari Tuhan. Dzat yang sangat layak dicintai di atas segala makhluk dan alam semesta..." kata Cak Nun.



Selasa, 22 Desember 2015

Hati Yang Bening

Hati Yang Bening

Suatu ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia… Dialah “hati yang bening”.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendoakannya agar diberkahi”.

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, keturunan yang baik), saya mendoakan: ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya’”.

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiap kali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah, semoga Dia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas (dari neraka), begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdoa: ‘Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya. Oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka’”.

Itulah hati-hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam, Al Hasan Al Bashri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”… dan ia terus memperbanyak do’a itu!

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d (Al Hasan Al Bashri), sungguh malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya?”.

Beliau menjawab: “Firman Allah:

ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﻔَﺎ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺢَ ﻓَﺄَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah’”. (QS. Asy-Syuuro: 40)

(lihat kisah ini pada kitab Syarah Shohih Bukhori, karya Ibnu Baththol, 6/575-576).

Sungguh, itulah hati yang dijadikan shalih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah!

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu!

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya.

Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

Sayyidul istighfar

Allahuma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya. Wa abbu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.

Minggu, 20 Desember 2015

Rahasia ikhlas.

Rahasia ikhlas.
“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh-nya adalah terdapatnya rahasia ikhlas (sirr al-ikhlas) dalam perbuatan itu.”(Alhikam, Ibnu Athoilah)

Ustadz Salim Bahreisy ra. dalam terjemahnya memberikan syarah sbb:
Keikhlasan seseorang dalam amal perbuatannya menurut tingkat kedudukannya (maqam). Seorang abrar, keikhlasannya telah bersih dari riya’, baik riya’ yang jelas maupuan yang samar. Tujuan amal perbuatan mereka selalu hanya pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang ikhlas. Hal ini merujuk pada ayat “Iyyaka na’budu.hanya kepada-Mu kami mengabdi/beribadah.” (QS. Al-Fatihah[1]:5), dan tiada kami mempersekutukan Engkau dalam pengabdianku ini kepada sesuatu yang lain.

Adapun keikhlasan hamba-hamba Allah pada maqam Muqarrabin adalah menerapkan pengertian Laa haula wa laa quwwata illa billaahi (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) tiada daya untuk mengelakkan, dan tiada kekuatan untuk berbuat apa pun kecuali dengan pertolongan langsung dari Allah, tiada kekuatan sendiri, semua kekuatan yang kita miliki hanya dari Allah. Kalangan Muqarrabin ini meyakini bahwa semua amal mereka semata-mata hanya anugrah dari Allah, sebab Allah-lah yang memberi hidayah dan taufiq(pertolongan untuk takwa). Hal ini merujuk pada ayat, “Iyyaka nasta’in.. Hanya kepada-Mu kami minta pertolongan..” (QS. Al-Fatihah[1]:5). Hanya kepada-Mu kami mengharap bantuan pertolongan, sebab kami sendiri tidak berdaya.
Amal kalangan abrar disebut amal lillahi, beramal karena Allah. Amal lillahi menghasilkan memperhatikan hukum syariat lahir. Sedangkan amal  kalangan Muqarrabin disebut Amal billahi, beramal dengan bantuan karunia anugrah Allah. Amal billahi menembus ke dalam syariat bathin hingga ke rasa qalbu (dzauq).
Seorang guru berkata, “Perbaikilah amal perbuatan kita dengan keikhlasan, dan perbaikilah keikhlasan kita dengan merasa amal itu tidak berasal dari kekuatan kita sendiri, karena semua itu terjadi semata-mata karena bantuan pertolongan dan rahmat Allah SWT.

Syaikh Fadhalla Hairi, mensyarah sbb:
Amal perbuatan adalah perwujudan dari niat dan keinginan kita. Pengalaman-pengalaman lahiriah adalah cerminan dari realitas dan kondisi bathin kita. Usaha-usaha kita akan gagal apabila tidak sesuai dengan tujuan, sehingga kita menjadi bingung. Puncak keikhlasan adalah kesadaran bahwa kita tidak mempunyai kekuatan dan kehendak-bebas (free will). Bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah, memahami amr(perintah)-Nya, dan hanya mengharapkan hasil terbaik yang tercelupi Nur-Nya.

Sahabat,
Kadar keikhlasan kita juga ditentukan oleh tingkat kesucian qalbu serta totalitas diri kita. Dan kesucian qalbu dan diri kita adalah terbebasnya kita dari penyakit-penyakit bathin seperti kesombongan, iri dengki, riya’, terlena terhadap kenikmatan dunia sehingga lalai dzikrullah, dsb.

Nah, marilah kita senantiasa meningkatkan terapi kita untuk mensucikan diri kita agar kualitas keikhlasan kita meningkat, dan semoga dengan pertolongan dan rahmat Allah bisa mencapai keikhlasan yang cerminannya berwujud Amal Lillahi hingga akhirnya Amal Billahi, insya Allah.

Kamis, 17 Desember 2015

Telat MENIKAH

Telat MENIKAH >> Kisah Menyentuh Hati 

Yang belum menikah wajib tau ...!!!

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah. Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah. Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”. (An Nisa': 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo. Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku. Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi. Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku. Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku. Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu. Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu. Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku. Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaanku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan. Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman. Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya. Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar. Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah. Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan. Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu. Bila artikel ini ada manfaatnya silahkan di-share. [Dikutip dari: Cirebon Tanpa Pacaran]

=========================
Vote and Share ya guys ;) ;)

Rabu, 16 Desember 2015

Izinkan Hati Ini Menyentuhmu Diujung Rindu

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Izinkan Hati Ini Menyentuhmu Diujung Rindu

Saat ku goreskan pena di atas
kertas putih ini.
Bukan karena ada gelisah merasuki fikir ,
Juga bukan karna kegundahan melanda hati , akan tetapi ada sebait kata yang ingin kurangkai menjadi sebuah cerita ..
Izinkan aku menyentuhmu di ujung rindu,
Bermahar seperangkat do’a dan sekuntum lafadz cinta*…

*Bismillahi ..
Bersama ungkapan yang tak sempat
disampaikan madinah kepada mekah,
seperti kumandang takbir yang khusyu membentur Aqsha ..
Kusentuh aura pesona dengan jemari qalbu tanpa menggores luka apalagi mencekik sukma,
Kau gemulai senja,mengantar sang pujangga dalam ibadah cinta ..

Duhai Rindu ..
Mungkin aku periang surya,
Penghapus air mata suka cita kemboja sekaligus penawar getir kesedihan purnama,
Tuk menulis sebaris namamu dalam cinta,dan ku haturkan ayat-ayat pelipur lara,dalam indahnya namamu ,

Ingin rasanya ku gemakan kidung keshalehahan Aisyah untuk agama dan pengabdian cinta,
ketika ku sudah meminta mu kepada walimu,
Dan saat restu mereka serta izin mu kudapati .

Maka lafadz sakinah pun akan terucap dalam bait-bait ijab qobul di kalam ini ,
InsyaAllah ..

Semoga kita berjodoh aya
Bismillah dari awal hingga tiada akhir

Selasa, 15 Desember 2015

Tetaplah Maju dan Jangan Mundur Kembali]

[Tetaplah Maju dan Jangan Mundur Kembali]

Kekiniaan itu bukan melulu harus mengikuti apa yang dilakukan kebanyakan orang..

Kalau banyak orang melakukan lantas kita tidak lalu disebut ANEH..

Kalau banyak orang melakukan lantas kita tidak lalu disebut SESAT..

Jika sudah bersusah payah menemukan dan belajar menapaki jalan yang BENAR..

Tetaplah berusaha dan paksakan diri untuk terus melangkah MAJU..

Meski hanya dengan berjalan tertatih ataupun merangkak..

Jangan coba berfikir untuk MUNDUR lagi..

Terkadang kita butuh menulikan telinga dari keadaan dan suara sekitar..

Semoga,,meskipun dengan berjalan tertatih dan merangkak Allah Ta'aalaa mudahkan sampai tujuan kita.. Bi-idznillaah

Karena bukan dirimu saja yang seperti itu,,disekelilingmu banyak pula orang yang sedang berusaha berjalan bersusah payah seperti mu..

Wallahul Musta'an

PENANTIAN CINTA HALALKU.

PENANTIAN CINTA HALALKU.
*
Assallamuallaikum wr wb.
Bismillahirrohmanirrohim.

Ya Allah....
Yang Maha pengasih dan Penyayang...
Aku percaya dengan Kasih-Mu..
Aku yakin dengan segala Keputusan-Mu..
Engkau Ciptakan setiap makhluk-Mu berpasang-pasangan, begitu juga dengan aku.

Ya Allah....
Yang Maha Pemurah..
Aku yakin dengan Kemurahan-Mu..
Engkau tak akan membiarkan aku sendiri 'tuk meniti kehidupan hingga akhir hayat..

Ya Rabb....
Lisan lelah 'tuk berkata tidak kepada mereka yang ingin menawarkan cinta semu...
Namun hati tak mau berkata iya untuk menerima tawarannya...
Karena imanku masih ingin menunggu cinta yang halal...

Aku Mohon Ya Rabb....
Pertemukan hamba hanya kepada Pilihan-Mu...
Karena hamba takut ucapan "tidak" akan menyakiti hati yang tertolak...
Gerakkan hati untuk dia yang Engkau pilih...
Dan biarkan dia yang akan menghampiriku...
Hanya dia yang Engkau kirimkan untukku...

Ya Allah Yang Maha Mengetahui...
Seiring berjalannya waktu dalam penantian cinta halalku...
Pantaskan aku untuk menyambut kedatangannya...
Tebalkan imanku, kuatkan hatiku, dekatkan aku kepada-Mu...
Ketika Engkau akan mengantarkan dia kepadaku, hanya kepadaku...

Aamiin Ya Rabbal'allamiin.

Senin, 14 Desember 2015

Inshaa Allah

Mmandang jauh tnp batas...
Mlepas rasa tnp kehendak..
Jauh dilubuk snubari stiap insan mmiliki getaran rasa yg sulit untk dipungkiri.
Yaitu hak untk berkata Benar Jujur & Ikhlas..
bhsa inilah yg snggup melewati dinding setebal lapisan bumi & setinggi lapisan langit..
kalau sja aku bisa berteriak mngkin aku akn berteriak hingga Bintang diatas sana mndengar..

Ahh.... Sudahlah....

Aku sadar setiap manusia memiliki Takdir & catatan Hidup sendiri"
Untk apa aku bersedih....!?
Sementara Alloh sangat menyayangiku & slalu memelukku...
"LAHAULA WALA QUWATA ILLA BILLAH"
Maka sudh seharusnya hanya kpda Alloh sajalah aku harus menyandarkan segala sesuatunya
Dan sekali-kali tidak dngan yg Lain...

INSYA ALLOH

Sabtu, 05 Desember 2015

Berusaha melatihnya

Aku berusaha melatih hatiku untuk selalu berprasangka baik.
Karna aku menyadari bahwa dengan hati yang baik akhlakku akan terdidik menjadi lebih baik.

Aku berusaha melatih fikiranku untuk selalu berfikir positif.
Karna aku menyadari bahwa fikiran positif mampu mengantarkanku pada hasil yang positif.

Aku berusaha melatih telingaku untuk lebih banyak mendengarkan dan menyaring berita yang kudengar yang menurutku brmanfaat untuk diamalkan.
Karna aku menyadari bahwa pendengaranku seringkali merusak hati dan fikiran.

Aku berusaha melatih mulut dan lisanku untuk senantiasa diam atau berucap yang bermanfaat saja.
Karna aku menyadari bahwa banyak hati yang telah kulukai dan banyak telinga yang telah kusakiti dengan ucapan tidak berguna.

Aku berusaha melatih mataku untuk melihat dan menilai orang lain hanya sebatas kebaikan dn keikhlasannya.
Karna aku  menyadari bahwa banyak mata didunia ini yang juga mampu menilai kejelekan dn kekuranganku.

Aku berusaha melatih tanganku untuk menuliskan yang terbaik. Walau ucapanku belum terkontrol dengan baik.
Karna dengannya aku bsa melukai & merusak hati orang-orang yang membaca tulisanku.

Aku berusaha melatih kesabaranku dalam menaati aturanNya. Karna aku sadar bahwa hanya dg kesabaran aku bisa meraih pahala dn ampunanNya.

Aku berusaha melatih jiwa dan ragaku untuk selalu patuh akan perintah dn laranganNya. Karna aku sadar bahwa aku diciptakan utk mengibadahiNya.

Aku berusaha melatih diri utk melumpuhkan egoku. Karna aku sadar keeogoisan membuat org2 membenciku.

Dan aku berusaha dg tertatih utk mendapatkan ilmu agama, yg dgnya aku bisa mengenal dn meraih cinta_Nya.
Yg dg ilmu itu aku belajar menjaga diri dn kehormatanku.

Dan aku berusaha menjaga anugrah yg Ia beri berupa penglihat, pendengaran dn juga hati. Karna aku menyadari bahwa semua yg aku miliki hanya titipan yg akan dimintai pertanggung jawabannya diakhirat nanti.

T U L A N G   R U S U K K U

Jika memang dirimulah T U L A N G   R U S U K K U

Allah itu dekat | bagi yang mau
usaha nggak sabar, siap-siap buyar | menikah nggak sabar, bakal lekas bubar | beragama nggak sabar, urusan nggak kelar

lelaki yang mundur dari pacaran karena tahu diri belum mampu | laksana anak panah yang mundur ditarik dari busurnya untuk maju

lelaki yang jaga diri dari interaksi dengan wanita karena belum siap | laksana ksatria tak masuki perang yang ia belum sanggup

lelaki yang habiskan masa muda mengilmui agama | ibarat diasah di kawah candradimuka | ia sebaik-baik suami dan pimpinan keluarga

lelaki jangan engkau terburu-buru, dunia takkan habis wanita | kelak engkau sudah berilmu, yang salihah kan bertabur didepan mata

wanita jangan engkau terburu-buru, nafsu merusak akal dan jiwa | bila masih tersisa kehormatanmu, lelaki salih mengantri memuliakannya

~ Ustadz Felix Siauw ~

Jumat, 04 Desember 2015

R E N U N G A N

R E N U N G A N

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari usa, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."

"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada ."

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."KEBAHAGiAAN itu milik "Orang-orang yang dapat BERSYUKUR".

"JIKA KITA TIDAK MEMILIKI APA YANG KITA SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KITA MILIKI SAAT INI"

KALIMAT-KALIMAT DASYAT!!! DAN FAEDAHNYA

KALIMAT-KALIMAT DASYAT!!! DAN FAEDAHNYA......
Majmu’ Syarif Kamil

TAAWUDZ
A ‘uudzubillaahi minasysyaithaanir rajiim

Rasulullah saw. memerintahkan membaca taawudz, antara lain ketika:
1.Memulai membaca Alquran
2.Memulai berdoa dan berdzikir.
3.Mengucapkan ketika sedang dalam kemarahan, kekhawatiran, ketakutan, keraguan dll.
Rasulullah saw. menerangkan beberapa fadilah membaca taawuz, antara lain:
1.Melindungi diri dari segala kejahatan.
2.Menghilangkan nafsu amarah.
3.Menimbulkan ketenangan hati.

BASMALLAH
Bismillaahir rahmaanir rahiim

Basmalah diucapkan setiap kali akan memulai perbuatan baik. Rasulullah saw. menerangkan fadilah basmalah yaitu:
1.Salah satu nama dari nama-nama Allah swt.
2.Allah swt. memberikan kalimat basmalah hanya kepada Nabi   Sulaiman a.s dan Rasulullah saw.
3.Menghindarkan diri dari gangguan setan.
4.Mendapatkan keberkahan dalam setiap urusan.

HASBALLAH
Hasbunallaah wa ni’mal wakiil. Ni’mal maula wa ni’man nashiir

Rasulullah saw. mengungkapkan bahwa orang yang membaca kalimat hasbalah akan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi masalah.

ISTIRJA’
Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun

Kalimat istirja’ diucapkan saat mendapatkan cobaan dan musibah, baik besar maupun kecil, seperti ketakutan, kelaparan, kematian dan lain-lain. Kalimat ini bertujuan mengingatkan orang yang tertimpa musibah supaya menjadi orang yang sabar.
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa orang yang mengucapkan istirja’ dan bersabar saat ditimpa musibah akan mendapatkan, antara lain;
1.Berkah, rahmat dan petunjuk Allah swt.
2.Pahala dalam musibah.
3.Pengganti yang lebih baik.
4.Rumah di surga.

ISTIGHFAR
Astaghfirullaahal ‘azhiim

Istighfar diucapkan dengan penuh keikhlasan untuk memohon ampunan dan bertobat kepada Allah SWT. Rasulullah saw. Menganjurkan untuk membaca istighfar setiap saat agar selalu dekat dengan Allah SWT, walaupun mengucapkan istighfar hanya satu kali, tetapi dengan hati yang ikhlas, Insya Allah diterima Allah swtâ?¦ Rasulullah saw. menjelaskan fadillah istighfar, di antaranya :
1.Mendapatkan pangampunan Allah swt.
2.Menenangkan diri ketika marah.
3.Menadapatkan jalan keluar dari kesusahan dan kesempitan.
4.Mendapatkan rezeki yang tidak terduga.
5.Buku catatan amal di hari kiamat kelak akan memberikan kesenangan.

SHALAWAT
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa alii sayyidinaa Muhammad.

Shalawat adalah permohonan kepada Allah swt. Agar memberikan berkah dan rahmat kepada nabi Muhammad saw. Beserta keluarga dan para sahabatnya. Apabila diucapkan sebelum atau sesudah berdoa, menjadikan doa segera naik ke langit. Rasulullah saw. Menerangkan beberapa fadilah bagi pembaca shalawat, antara lain:
1.Setiap bershalawat satu kali, Allah swt bershalawat sepuluh kali untuknya.
2.Allah swt. meninggikan derajat 10 kali,memberikan 10 kebajikan, menghapuskan 10 kejahatan, dan membebaskan dari kemunafikan.
3.Mendapatkan tempat yang paling utama bersama Rasulullahsaw. Di hari kiamat, mendapatkan tempat di surga bersama syuhada, dan jauh dari api neraka.
4.Jika membaca masing-masing 10 kali pada pagi dan sore hari, mendapatkan syafaat Rasulullah saw di hari kiamat. Jika membaca 3 kali pada siang dan malam hari, mendapatkan pengampunan dosa selam sehari semalam.
5.Mendapatkan keberkahan dalam setiap urusan penting, terpelihara dari kesusahan dan menjadi orang yang dermawan.
6.Sebagai pengganti zakat dan sedekah (pembersihan diri dari dosa) bagi orang-orang yang tidak memiliki kewajiban berzakat dan tidak memiliki kelebihan harta.

AL BAAQIYAATUSH SHAALIHAT
Al baaqiyaatush shaalihat terdiri atas kalimat
Tasbih : Subhaanallah
Tahmid : Alhamdulillah
Takbir : Allahu akbar
Hauqqalah : Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim
Kalimat-kalimat tersebut merupakan bagian dari perbendaharaan surga. Pembaca mendapatkan fadilah kandungan kalimat al-Baqiyatush shalihat walaupun hanya membaca sekali, lebih utama apabila dibaca sesering mungkin. Rasulullah saw. Menjelaskan fadilah bagi pembaca al-Baqiyatush shalihat, diantaranya :
1.Allah swt.
2.Dicintai Rasulullah saw.
3.Dilindungi malaikat.
4.Dimintakan ampunan oleh malaikat kepada Allah swt.
5.diberikan pahala satu pohon di surga.

Rasulullah saw. juga menerangkan, pembaca salah satu atau beberapa kalimat yang termasuk dalam kalimat al-Baqiyatush shalihat secara terpisah, tetap akan mendapatkan fadilah, di antaranya :
1.Pahala tasbih mengisi separuh timbangan, hamdalah memenuhi timbangan dan takbir memenuhi antara langit dan bumi.
2.Membaca tasbih, tahmid atau takbir adalah sedekah.
3.Jika membaca tasbih, takbir atau tahlil maka Allah swt. menghapuskan 25 kejahatan.
4.Jika membaca hamdalah, maka Allah swt.menghapuskan 30 kejahatan.
5.Pembaca Subhaanallaahi wa bihamdihii sebanyak 100 kali dalam satu hari diampuni dosanya dan dituliskan 1000 kebajikanbaginya.
6.Jika membaca Subhaanallaahi wa bihamdihii,subhaanallaahil ‘azhiim maka memberatkan timbangan amal dan disayangi Allah yang Maha Penyayang.
7.Membaca hauqqalah, sama dengan mendapatkan obat untuk 99 macam penyakit, atau paling sedikit mendapatkan ketenangan hati.
8.Bagi pembaca, Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syarikalah, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay inqadiir sebanyak 10 kali, maka Allah swt membukakan pintu langit untuknya, memperkenankan permintaannya dan menghapuskan keburukannya.
9.Jika membaca, Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahulmulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwal hayyuladzii laayamuutu biyadihilkhairu wahuwa ‘alaa kulli syay inqadiir. Niscaya Allah sat. memasukkannya ke dalam surga Na’im.

REFLECT | ACT UPON | SHARE WITH OTHERS

Sumber : fb Tutik

Andai AL-QUR'AN boleh bicara,ia akan berkata

Andai AL-QUR'AN boleh bicara,ia akan berkata

Waktu kau masih kecil kau bagai teman sejatiku,dengan wudhu kau sentuh aku dalam keadaan suci,kau pegang aku,kau baca dengan lirih dan keras

Sekarang kau telah dewasa

Nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang,yang tinggal sejarah.sekarang kau simpan aku dengan rapi,kau biarkan aku sendiri

Aku menjadi kusam di dalam lemari berlapis debu,di makan serangga

Aku mohon peganglah aku,bacalah aku setiap hari,karena aku akan menjadi penerang di dalam kuburmu nanti

Perkoro sholat

Yang menjalankan shalat sesungguhnya raga. Raga yang shalat itu terdorong oleh adanya iman yang hidup pada diri orang yang menjalankannya. Seandainya nyawa tidak hidup, maka Lam Tamsyur (maka tidak akan menolong) semua perbuatan yang dijalankan. Secara yang tersurat, shalat itu adalah perbuatan dan kehendak orang yang menjalankan, namun sebenarnya Allah-lah yang berkehendak atas hambanya. Itulah hakikat dari Tuhan penciptanya.

Rabu, 02 Desember 2015

° SHOLAWAT YANG DITERIMA°

° SHOLAWAT YANG DITERIMA°

Di kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat
Kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam
sebanyak 4000 kali tiap hari tanpa
sepengetahuan siapapun, kecuali Allah.
Suatu malam ada seorang wanita miskin mau
melahirkan anak. Ia begitu miskin hingga tak
mampu membeli lampu maupun minyak bayi.
Hal ini membuat suaminya sangat sedih.

Dalam
kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi
bertemu Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
“Pergi dan temuilah Amir Madinah. Katakan
bahwa Nabi memerintahkannya untuk
menanggung biaya sebesar 100 dinar. Tanda
kebenaran berita ini adalah bacaan shalawatnya
di depan jendela kuburku sebanyak 4000 kali
tiap hari,” perintah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa
Sallam dalam mimpi.

Lelaki itu lalu menemui seorang Syeikh dan
menceritakan mimpinya. Mereka lalu sepakat
untuk pergi ke rumah Sang Amir Madinah.
Setelah keduanya duduk di hadapan Amir
Madinah, Sang Syeikh berkata, “Lelaki ini
bermimpi tentangmu, dengarkanlah ceritanya.”
“Ceritakanlah mimpimu,” kata Amir Madinah.

Lelaki miskin itu kemudian menceritakan
mimpinya. “Mimpi mu benar. Aku bersedia
menanggung biaya yang di tetapkan Nabi
Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,” kata Amir Madinah.
Ia lalu bangkit mengambil 100 dinar, “Ini biaya
yang harus ku tanggung.” Ia kemudian
memberikan 100 dinar lagi, “Ini Hadiah untuk
kabar gembira yang kau bawa, yaitu di
terimanya shalawatku oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi
Wa Sallam.” Ia menyerahkan 100 dinar lagi.
“Ambillah ini, belanjakanlah untuk keperluan
keluargamu dan bayi yang baru lahir,” kata sang Amir.
Perhatikanlah keikhlasan Amir Madinah dalam
beribadah. Ia bershalawat kepada Nabi Shallahu
‘Alaihi Wa Sallam, Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa
Sallam merasa senang dan memberinya kabar
gembira di dunia. Sedangkan kita, mengapa jika
kita bershalawat atau bersedekah tidak melihat
tanda-tanda pengabulan dari Allah Subhanahu
Wa Ta’ala.

MENGAPA..? Aku tidak melihat sebab
lain, kecuali tebalnya hijab, karena kita
melakukan hal – hal yang tidak pantas. Yaitu hal
– hal yang menjauhkan kita dari Allah
Subhanahu Wa Ta’ala…

wallahu'alam.,

Sumber :  ( Buku Kisah dan Hikmah Dalam Kalam
Habib Muhammad Bin Hadi Asseqaf )

DIALOG ALLAH DENGAN HAMBANYA

DIALOG ALLAH DENGAN HAMBANYA

��Allah : "Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !"
Hamba : "Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya."
��Allah : "Hambaku, lakukan 2 rakaat saja dan 1 rakaat witir saja!"
Hamba : "Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam."
��Allah : "Hambaku shalat witir saja.."
Hamba : "Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain ?"
��Allah : "Hambaku, Wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan Ya Allah......"
Hamba : "Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang."
��Allah : "hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan Ya Allah....."
Hamba : "Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut."
��Allah : "Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati ya Allah dan akan kami hitung itu sebagai Shalat malam."
Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas.
��Allah : "Lihatlah wahai Malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun..!
Bila datang waktu Subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya."
Malaikat : "Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur."
��Allah : "Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya."
Malaikat : "Illahi, dia tetap tidur."
��Allah : " katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh."
Malaikat : "Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya ?"
��Allah : "Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat., ketika engkau Shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu...
Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan.."
Betapa Penyayangnya Engkau Ya Roob....
Betapa Pengampunnya Engkau Ya Allah....
Betapa Agungnya Engkau Ya Ilahi....
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini. Laa ilaha ilalloh...Muhammadarusululloh.....Bismillah
(Penjabaran dr QS. Al- Muzzamil ayat 1-7 )
#muhasabahsejenak

"SURODIRO JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI"

Kata-kata "SURO DIRO JOYONINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI" itu bersal dari tembang kinanthi ronggo warsito: Jagra angkara winangun ...